LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan fasilitas kesehatan (faskes) siap digunakan untuk mendukung perhelatan Presidensi G20 di Bali. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Menkes Budi mengatakan fasilitas kesehatan di Bali, terutama rumah sakit beserta tenaga medis sudah siap. Secara nasional, ketersediaan tempat tidur perawatan di rumah sakit sebanyak 400.000, dengan pembagian 30 diantaranya dialokasikan untuk perawatan Covid-19.
Baca juga: Indonesia Catat Rekor Kesembuhan Tertinggi Sejak Awal Pandemi"Jadi 120 ribu itu 30 persen dari 400.000. Kenapa 30 persen? Karena masih ada orang yang juga sakit jantung, sakit kanker, sakit ginjal dan lain-lain yang harus juga dirawat," kata Menkes Budi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Langit7 di Jakarta, Jumat (25/2).
Menkes menyebutkan dari 120.000 tempat tidur yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19, sampai sekarang cuma terisi 38.000 kamar. Padahal, kasus Covid-19 terutama varian omicron di Indonesia lebih tinggi dari puncak varian Delta yang menggunakan 100.000 kamar.
"Jadi teman-teman bisa lihat kebutuhan kamar perawatan di rumah sakit jauh lebih rendah dibandingkan zamannya Delta. Sehingga saya tidak terlalu khawatir dari kebutuhan rumah sakit untuk pelaksanaan pertemuan G20," ucap Budi.
Baca juga: Kemenkes: Pemberian Vaksin Keempat Indonesia Masih DievaluasiDalam kesempatan itu, Menko Luhut turut mengapresiasi kesiapan bidang kesehatan menjelang Presidensi G20. Menurut Luhut, persiapan yang dilakukan Kemenkes tidak hanya untuk G20, tapi juga secara menyeluruh untuk menangani pandemi Covid-19.
"RS Sanglah fasilitasnya sudah siap. Sekarang kami dengan pak Menkes sedang membicarakan untuk nanti kita siagakan dokter ahli. Untuk G20 ini persiapan harus selesai bulan Juni," ujar Luhut.
Sementara itu, Direktur RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana mengatakan Rumah Sakit Sanglah merupakan salah satu rumah sakit vertikal milik Kemenkes kelas A. Menurutnya, RSUP ini sudah berstandar internasional yang diakreditasi oleh Joint Commission Internasional (JCI), demikian juga untuk standar nasional dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
"Dengan demikian untuk standar pelayanan yang diberikan dalam rangka kita untuk melayani delegasi-delegasi apabila nanti ada yang membutuhkan pelayanan kesehatan khususnya untuk G20 ini tentunya tidak perlu khawatir lagi," kata I Wayan Sudana.
Baca juga: Angka Positivity Rate Covid-19 Secara Nasional MelandaiI Wayan menjelaskan RSUP Sanglah memiliki total 706 tempat tidur, dengan pembagian 154 tempat tidur disiapkan bagi pasien Covid-19. Dari jumlah tersebut, maksimal keterisian sekitar 46 tempat tidur.
Tidak hanya soal menyediakan faskes, pihak RSUP juga menyiagakan 366 dokter spesialis dan subspesialis. Khusus untuk presidensi G20 ini, RSUP menyiapkan dokter spesialis penyakit dalam, bedah, jantung, anestesi, parun termasuk tenaga keperawatan dengan kompetensi yang sudah dilatih sesuai standar-standar keperawatan internasional.
"Tidak hanya RSUP Sanglah yang disiapkan, tapi juga melibatkan beberapa rumah sakit lainnya. Seperti RSUD Bali Mandara dan rs swasta yang di antaranya RS Siloam," jelasnya.
Baca juga:
Kasus Covid-19 Omicron Melandai, BOR Rumah Sakit Stabil
5 Kelompok Paling Berisiko Terinfeksi Covid-19(asf)