LANGIT7.ID - , Jakarta - Pandemi Covid-19 mengubah kehidupan dan perilaku masyarakat. Salah satu yang mengalami perubahan adalah cara bekerja yang mengadopsi gaya kerja jarak jauh.
Remote working merupakan bekerja di lokasi yang berbeda. Artinya, saat Anda melakukan
remote working, pekerjaan tersebut tak harus dilakukan di kantor. Kemudian ada juga yang memberlakukan
hybrid, yakni menggabungkan bekerja di kantor dan secara
remote. Cara ini memberi keleluasaan bagi karyawan untuk bekerja dari mana saja, baik itu di kantor, rumah, atau lokasi lain.
Baca juga: Tren WFH di Masa Pandemi Munculkan Masalah pada Leher, Apa Sebabnya?Co-Founder dan Director of Banamika, Hariman Lie mengatakan manfaat penerapan
remote working dan
hybrid dapat dirasakan oleh dua pihak, karyawan dan perusahaan.
"Manfaat bagi karyawan yakni menghemat waktu. Saya dulu ketika ke kantor biasanya membutuhkan waktu 30 menit atau 1 jam, yang sebenarnya waktu tersebut saya bisa alokasikan untuk jalan pagi sama keluarga kalau WFH," kata Hariman dalam webinar "How To Control And Managed Employee In This Digital Era," Jumat (25/2/2022).
Kemudian, di sisi lain WFH lebih fleksibel dari sisi waktu dan penampilan. Misalnya saat Anda
meeting, pakaian yang dikenakan bisa santai, namun tetap terlihat profesional dan nyaman.
"Selain itu kita jadi lebih dekat dengan keluarga. Bila dulunya makan siang kita hanya bisa telepon atau
chat, dengan WFH kita bisa makan bareng satu meja," ujarnya.
Sedangkan benefit yang dirasakan oleh perusahaan yang memberlakukan cara kerja
hybrid adalah dapat menekan biaya operasional kantor. Misalnya, biaya penggunaan listrik lebih berkurang karena penggunaan ruangan dan kebutuhan listrik lebih sedikit.
Namun, di balik rentetan manfaat tadi, ada beberapa tantangan yang mungkin bisa jadi hambatan perusahaan yang menjalankan
remote working. Hariman menjelaskan, tantangan pertama yang bakal dihadapi perusahaan adalah kinerja karyawan minim kontrol atau tidak bisa diawasi secara langsung.
Selanjutnya yang sering terjadi adalah miskomunikasi dalam mengadopsi teknologi. Banyak ditemui karyawan atau perusahaan yang kesulitan memanfaatkan teknologi, sehingga terlambat mengetahui jadwal
meeting. Akibatnya, persiapan
meeting menjadi tidak maksimal.
Baca juga: WFH Jadi Sering Lihat Layar Komputer? Hati-hati Serangan Computer Vision SyndromeMasalah selanjutnya dengan gaya
remote working, menurut Hariman adalah gangguan di lingkungan rumah atau lokasi lain saat bekerja.
"Ketiga, diganggu oleh anak. Jika kita bekerja di rumah dan kita telah memiliki anak, mereka akan berusaha sedemikian rupa untuk mengajak kita bermain," tutup Hariman yang menyimpulkan, tantangan dan hambatan tersebut jika tidak segera diatasi dapat menurunkan produktivitas karyawan maupun perusahaan.
(est)