LANGIT7.ID - , Jakarta - Menengok ke belakang, sempat muncul pro kontra tentang musik dari berbagai kalangan. Para ulama pun berbeda pendapat tentang boleh atau tidaknya umat Muslim bermain musik.
Pendakwah millenial dan penulis, Habib Husein Ja'far Al Hadar mengatakan musik itu tergantung bagaimana Anda menggunakannya. Habib Ja'far, begitu biasa dia dipanggil, pun menyampaikannya dalam canda.
"Musik itu ada yang haram. Jadi ada tiga musik yang haram, pertama kalau spelling Anda salah, jadinya musrik. Jadi ada tambahan "R" itu haram karena dia jadi musrik," kata Habib Ja'far dalam salah satu acara di Rumah Rakyat Kota Mojokerto.
Baca juga: Yemberzal, Band Perempuan yang Hidupkan Lagi Musik Sufi di KhasmirDia menambahkan, musik dapat dikatakan haram jika fals atau sumbang. Menurut Habib Ja'far orang Islam itu tidak boleh mengganggu tetangganya, meskipun ia non muslim. Tetangga itu punya hak untuk hidup damai.
"Ketiga, suara sendok dan garpumu ketika kamu makan, sementara tetanggamu kelaparan, itu kata Jalaludin Rumi. Jadi musik tergantung kepada kita," ucapnya.
Lebih lanjut, Habib Ja'far mengatakan pengharaman musik itu berbasis pada Al-Quran surat Luqman yang berbicara tentang sia-sia yang dikeluarkan dari mulutnya.
“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna (lahwal hadiits) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olok. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan” (QS. Luqman 6).
Musik dianggap hal yang sia-sia, maka itu diharamkan. Jika musik diharamkan karena sia-sia tidak jadi persoalan, tetapi Habib Ja'far mengingatkan banyak juga musik yang tidak sia-sia.
"Jadi intinya, musik itu tergantung bagaimana kita menggunakannya," tegasnya.
Baca juga: Dekatkan Diri ke Allah, Komunitas Ini Pakai Media Musik dan Lirik LaguMenurut dia, setiap orang pasti ada sesuatu yang bisa diwakafkan di jalan Allah dan rasulnya. Entah musik, atau apapun itu yang penting ada niat untuk mewakafkan.
"Kata Ayah saya, fungsi manusia itu cuma mendedikasikan dirinya kepada Tuhan yang itu diantaranya kepada kemanusiaan. Dan yang paling berhak atas dedikasi Anda adalah kampung halaman Anda," tutup Habib Ja'far.
(est)