LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menghadirkan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan lumbung sosial di berbagai daerah rawan bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir dan bencana lainnya.
Sub Koordinator Mitigasi, Kementerian Sosial, Tota Oceanna Zonneveld mengatakan KSB dan lumbung sosial menjadi salah satu upaya dalam mengantisipasi bencana alam di Indonesia.
“Sesuai arahan Mensos, Kementerian Sosial (Kemensos) mengantisipasi kekhawatiran akan datangnya bencana tanah longsor dengan membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB),” ujar Tota, dikutip Minggu (6/3/2022).
Baca juga: Update Kota Manado: 2 Warga Meninggal Akibat Banjir dan LongsorTota mengungkapkan, tujuan dibentuknya KSB tersebut untuk melatih kesiapsiagaan masyarakat dari ancaman bencana dengan menyelenggarakan kegiatan berbasis masyarakat, seperti memberikan pembekalan tata cara mengevakuasi, pendirian shelter, pertolongan pertama, dan penyiapan lumbung sosial.
“Kehadiran KSB juga dimaksudkan untuk memetakan sumber daya alam, Sumber Daya Manusia (SDM), dan infrastruktur yang dapat digunakan sebagai pendukung saat situasi terjadi bencana alam,” ujarnya.
Salah satu KSB dan lumbung sosial yang dibentuk Kemensos berada di Kabupaten Sumedang yakni Kecamatan Tanjungkerja dan Cimanggu.
Menurut Tota Kabupaten Sumedang salah satu daerah yang rawan akan bencana alam, menurutnya panorama alam yang menakjubkan dengan topografi perbukitan dibalik keindahaan alam tersebut menyimpan banyak risiko danpotensi bencana alam berupa tanah longsor.
Kabupaten Sumedang dengan topografi perbukitan menyimpan potensi bencana alam seperti longsor yang harus diwaspadai dan perlu ada kesiapsiagaan dari masyarakat sekitar akan ancaman bencana tanah longsor.
Baca juga: Puluhan Pohon di Jabodetabek Tumbang Akibat Angin KencangTota menuturkan, bahwa di tahun lalu Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang terjadi bencana tanah longsor, masyarakat tidak siap menghadapi bencana yang datang dengan sangat tiba-tiba sehingga menimbulkan 16 korban jiwa dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
“Dengan adanya bencana alam yang terjadi membuat Mensos memerintahkan untuk segera mendirikan KSB agar masyarakat bisa melakukan mitigasi bencana, memiliki kesigapsiagaan,” ungkap Tota.
Hingga saat ini dengan adanya KSB warga setempat menjadi lebih siap ketika bencana alam datang secara tiba-tiba.
Menurutnya, berdasarkan data dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (Dit PKSBA) hingga akhir tahun 2021 menyebutkan KSB sudah tersebar di 34 Provinsi dengan total 854 lokasi. Jawa Barat memiliki KBS terbanyak sekitar 99 lokasi.
“Hingga Desember 2021 total terdapat 854 KSB yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah lokasi terbanyak yaitu 99 KSB barada di Provinsi Jawa Barat, ” ujar Tota.
Baca juga: BMKG: Ada Ancaman Bencana Hidrometeorologi Pasca Gempa PasamanSelain itu, sebagai dukungan terhadap penanganan bencana alam Kementerian Sosial mendirikan lumbung sosial di titik rawan bencana yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan para pemangku kepentingan lainnya.
“Hingga kini, total lumbung sosial sebanyak 208 di 13 Provinsi, yaitu Jawa Barat 43; Jawa Tengah 37; Jawa Timur 15; Banten 3; Kalbar 47; Kalsel 7; Kaltara 2; Kaltim 2; NTT 16; Sulsel 11; DI Yogyakarta 2; Aceh 14; dan NTB 9, ” kata Tota
(sof)