Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home home & garden detail berita

Hunian Berkelanjutan Jangan Cuma Jadi Tren, Tapi Kebutuhan

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 10 Maret 2022 - 14:51 WIB
Hunian Berkelanjutan Jangan Cuma Jadi Tren, Tapi Kebutuhan
Desain berkelanjutan yang menampilkan ruangan dengan tanaman hijau di dalamnya. Foto: iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Belakangan masyarakat mulai menunjukkan kesadaran akan pentingnya konsep bangunan berkelanjutan atau bertanggung jawab terhadap lingkungan. Alhasil di berbagai lini pun mulai mengusung konsep sustainability, seperti desain rumah.

Rumah berkelanjutan merupakan konsep hunian yang penggunaan bahannya berasal dari sumber daya yang ramah lingkungan. Melihatnya bahan yang digunakan, bisa dipastikan rumah sustainable memiliki banyak manfaat untuk lingkungan.

Namun, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah akankah rumah berkelanjutan menjadi tren?

Baca juga: Rumah Berkelanjutan Jangan Hanya Dilihat dari Satu Aspek

"Untuk saat ini saya belum melihat isu sustainability itu menjadi tren. Saya pribadi tidak menginginkan rumah sustainability menjadi tren karena itu cuma sepintas lalu. Sekarang datang, besok pergi," kata Mantan Sekretaris Jendral Ikatan Arsitektur Indonesia Nasional, Ariko Andikabina, saat dihubungi Langit7.id dalam satu kesempatan.

Ariko justru berharap rumah berkenalnjutan itu menjadi kebutuhan, bukan hanya sekedar tren. Karena itu, namanya sustainable yang artinya berkelanjutan. Sedangkan tren pasti tidak berkelanjutan.

Menurut Ariko, tren selalu dikaitkan dengan kontrolaritas atau keterkendalian. Jadi ia akan berbicara tentang kontemporer, makanya trend seringkali dikaitkan dengan citra atau image dengan hal-hal tertentu.

"Sustainability itu jangan dianggap sebagai tren tetapi sebagai kebutuhan. Jika, tidak, maka kita dalam kondisi yang tidak baik-baik saja atau berbahaya," ucap alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Lebih lanjut, pria kelahiran 1979 ini mengaku bingung terkait tolak ukur rumah berkelanjutan yang dapat dikatakan tren itu seperti apa. Karena, tambahnya kalau dilihat dari angka pasar, belum ada perumahan yang mengusung konsep ini.

Baca juga: Dorong Pembangunan Berkelanjutan Inklusif, Pemerintah Fokus Ekonomi Hijau

"Ini dalam konteks perumahan, mereka memberi nama misalnya Taman Asri dan lainnya, seolah-olah sustainablity tapi sejauh mana performance-nya, bisa dibuktikan? Saya masih ragu," ungkapnya.

Akan tetapi, Ariko tidak menapik bahwa memang saat ini telah ada yang memiliki rumah berkonsep sustainablity di Indonesia. Namun, ia ragu mengatakannya sebagai tren.

"Saya berharap tidak menjadi tren, melainkan menjadi kebutuhan. Karena kalau kita berbicara tentang kebutuhan, tidak peduli itu sampai kapanpun itu ia akan tetap utuh," tutupnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)