Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Pendidikan Seksual Masih Pro dan Kontra, Simak Penjelasan AILA

mahmuda attar hussein Ahad, 13 Maret 2022 - 18:40 WIB
Pendidikan Seksual Masih Pro dan Kontra, Simak Penjelasan AILA
Ilustrasi pendidikan seksual. (Foto: Istock).
LANGIT.ID, Jakarta - Pendidikan seksual saat ini masih menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Hal ini karena masih belum ditemukam model yang cocok, berlaku universal.

Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, Rita Soebagio mengatakan, konsep seksualitas menjadi teori terpinggirkan selama ini. Sebab, masih dianggap tidak mencerminkan refleksi ilmiah.

"Jadi ini hanya dibahas psikiatri atau pun biomedis, termasuk penyakit seksual," kata Rita di International Seminar on Feminism, Minggu (13/3/2022).
Namun seiring perkembangannya, seksualitas kini dianggap mulai berkaitan dalam kehidupan sosial dan politik. Karena seks menjadi permainan akan kekuasaan.

Hal itu menyebabkan lahirnya teori relasi kuasa. Dijelaskan dalam teori ini, seseorang melaksanakan dominasi atau kekuasaan, sehingga setiap subjek dapat melakukan manipulasi ideologi, yang menyebabkan masalah kemerdekaan.

"Ketika berbicara relasi kuasa dan dominasi, akan ada potensi kekerasan yang mengancam kebebasan. Rumitnya lagi, sexual consent dikaitkan dengan moral dan etika," katanya.

Awalnya, kata dia, pendidikan seksualitas bertujuan mendorong kesucian, mencegah prostitusi, dan masturbasi. Namun, terjadi masa perdebatan tentang model yang paling sesuai dan bisa menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.

"Comprehensive Sexual Education (CSE), merupakan modul yang paling banyak diterapkan secara global. CSE ini berbasis pada hak dan fokus terhadap gender, agar dapat membangun pandangan positif tentang seksualitas," jelasnya.

Namun, lanjut dia, terjadi masalah terkait "pandangn positif" di negara Barat dan Timur, termasuk di Indonesia. Sebab, homoseksual yang sesuai dinormalisasi di negara Barat, tidak cocok dinormalisasi di negara Timur atau negara Islam.
CSE kini telah merubah paradigma seksualitas terhadap masyarakat. Di mana seksualitas harus dimulai dengan suka sama suka, atau yang sering disebut dengan affirmative consent.

"Hal ini menjadi perdebatan oleh kalangan feminis, karena justru melanggengkan pengukuhan gagasan gender. Di mana seorang pria masih dianggap mendominasi dalam seksualitas," jelasnya.

Menurutnya, itulah yang menimbulkan pro-kontra dalam sexual consent. Padahal, hak seksual harus memiliki nilai kemanusiaan, yakni seseorang harus memiliki kendali otonomi seksualnya sendiri.

Sementara itu, Islam memandang sexual consent, termasuk konsep seksualitas, pendidikan, dan hak harus mendapat muatan positivis. Artinya, Islam memandang seksualitas tidak hanya soal syahwat biologis, tapi juga perlu menuruti aturan Pencipta.

"Islam memahami hakikat manusia seutuhnya, yakni sebagai makhluk dualisme yang terdiri dari jasad dan jiwa. Untuk itu, perlu dipahami dengan sumber wahyu," katanya.

Sehingga memahami seksualitas perlu dikembalikan pada tujuan dan fungsi penciptaan manusia. Seksualitas dalam Islam tidak hanya tunduk akan kebutuhan biologis, tapi juga aturan agama melalui pernikahan.

"Jadi sexual consent dalam Islam itu ada, selama ada dalam pernikahan. Sehingga, konsep pendidikan seksualitas dalam Islam harus sejalan dalam tujuan manusia diciptakan," tegasnya.

Dia menambahkan, jika pendidikan seksualitas tidak sesuai, maka akan terjadi kegagalan dalam konteks pendidikan manusia yang hakiki. Sehingga perlu adanya keselarasan dalam ajaran agama dan temuan dalam penelitian.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)