LANGIT7.ID, Jakarta - KPMI menjawab tantangan
pengusaha muslim di Tanah Air. Kuantitas 87,2 persen orang Islam dari total jumlah penduduknya tak berbandung lurus dengan kualitas perekonomian mereka.
Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Rachmat Sutarnas Marpaung menyayangkan, dominasi jumlah umat Islam di Tanah Air ternyata belum mampu menguasai
perekonomian.
"Jumlah pengusaha muslim yang sukses jauh lebih sedikit ketimbang pengusaha non muslim," kata dia dikanal YouTube Ghuroba Muscat, dikutip Selasa (15/3/2022).
Baca Juga: BWM sebagai Pengungkit Perekonomian UmatMenurut dia, hal itu terjadi lantaran belum adanya pembinaan spiritual yang terstruktur. Ditambah lagi dengan belum adanya wadah pemersatu pengusaha muslim.
"Juga belum adanya sarana bersama bagi pengusaha untuk pendalaman fikih muamalah," katanya.
Untuk itu, KPMI dengan koordinator wilayahnya (korwil) yang tersebar di seluruh Indonesia, berupaya untuk menjawab tantangan yang ada pada pengusaha muslim.
Adapun korwil tersebut memiliki peran di bidang usahanya masing-masing, seperti eskpor, properti, IT & startup, konveksi, kuliner, agribisnis, dan lainnya.
"Klub bisnis ini menjadi wadah bagi anggota untuk berkumpul dan berdiskusi terkait pengembangan bisnisnya," katanya.
KPMI memiliki fokus utama untuk meningkatkan edukasi dan literasi anggotanya. Sehingga banyak kegiatan yang berkenaan dengan pendampingan dan advokasi kepada pengusaha.
"Dalam hal ini, anggota pengusaha muslim yang butuh pendampingan muamalah sesuai syariat misalnya, maka kami menyediakan fasilitas konsultasi dalam bisnis," jelasnya.
Selain itu, KPMI juga berupaya mempertemukan jalinan bisnis antar anggotanya. Sehingga, sinergi dan dukungan dalam pengembangan usaha anggota dapat direalisasikan.
(bal)