LANGIT7.ID, Jakarta - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dimulai secara simbolis. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara yang digelar di Titik Nol Kilometer IKN Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Pada Senin (14/3/2022), sebanyak 34 pimpinan daerah membawa tanah dan air dari wilayahnya masing-masing dalam kendi. Presiden Jokowi kemudian menyatukannya dalam sebuah gentong besar di Titik Nol Kilometer IKN.
Penajam Paser Utara akan menjadi wilayah baru bagi pusat pemerintahan negara. Kegiatan ini menjadi pembuka proses perpindahan perangkat pemerintah pusat, kementerian dan lembaga, lembaga legislatif, dan lembaga yudikatif yang berlangsung secara bertahap mulai 2024.
Baca Juga: Kerugian Masyarakat Akibat Krisis Minyak Goreng Capai Rp 3,38 TriliunIslam telah mengajarkan doa dan adab saat pindah ke suatu wilayah. Saat memasuki wilayah baru, memang lazim disertai dengan kekhawatiran akan keamanan dan kenyamanan.
Dalam Al-Qur’an, terdapat sebuah doa yang bisa dibaca saat memasuki wilayah baru. Sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Mu’minun ayat 29, doa tersebut ialah:
رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ
Arti: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.
Baca Juga: 4.246 Proyek Infrastruktur Dibiayai Surat Berharga Syariah NegaraDoa lain dari hadits Rasulullah yang dapat dibaca saat memasuki wilayah baru atau pindah tempat tinggal adalah:
اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ ، وَرَبَّ الأَرَضِينِ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ ، وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ ، فَإِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا
"Ya Allah Tuhannya langit berlapis tujuh dan naungannya, Tuhan tujuh lapis bumi dan yang memanggul kami, Tuhan para setan dan upaya penyesatannya, Tuhan angina dan hembusannya, kami memohon pada-Mu kebaikan kampung ini dan penduduknya. Kami juga memohon ampun dari keburukan kampung, penduduknya, dan apa yang terjadi di dalamnya."
Doa tersebut terdapat dalam karya Ibn al-Sunni dan al-Nasa’I seperti disebutkan Imam al-Nawawi dalam al-Ad. Riwayat ini bersumber dari Shuhaib radiallahu anhu.
Baca Juga: Menparekraf Dorong Rumah Adat Radakng jadi Destinasi Wisata Budaya Suku Dayak(zhd)