LANGIT7.ID, Jakarta - Imam Siraj Wahhaj merupakan seorang ayah dan dai di Amerika Serikat. Dia punya sembilan orang anak. Sebagai seorang ayah, dia mengaku bangga jika anak-anaknya itu menjadi dokter atau ilmuwan.
Namun, dia menekankan semua tidak ada artinya jika mereka tidak memiliki Islam dan wafat dalam keadaan muslim. Islam adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.
Baca juga: Noor Saadeh, Musisi Klasik Mualaf yang Berdakwah Lewat PendidikanImam Siraj mengatakan, setiap orang pasti memiliki keinginan masuk surga jika meninggal dunia. Hasrat untuk masuk surga merupakan impian setiap orang.
“Pastilah ada dalam benak Anda bahwa ‘kelak saya meninggal, saya ingin masuk surga’. Inilah inti kehidupan, karena saya tidak peduli apa yang Anda dapatkan dalam hidup,” kata Imam Siraj dalam tausiahnya di kanal
Ayatuna Ambassador, dikutip Rabu (16/3/2022).
Setiap orang bisa jadi jutawan, punya rumah mewah dan istri cantik atau suami tampan, namun semua itu tidak akan berarti jika masuk neraka. Maka, tak heran kerap terbesit dalam benak keinginan untuk masuk surga saat meninggal nanti.
“Semua Anda, saya yakin Anda mengharapkan hal itu. Sekarang ini, yang paling penting adalah Anda meninggal dalam keadan muslim. Tidak ada yang lebih penting dari itu,” kata Imam Siraj.
Baca juga: Seorang Ibu di Yogyakarta Masuk Islam Karena Anak Senang ke MasjidImam Siraj mengaku mempunyai sembilan anak. Dia sangat bangga jika anak-anaknya tumbuh dewasa sebagai orang sukses. Sukses di bidang Kedokteran, bisnis, atau pun yang menjadi minat mereka.
“Tapi saya tidak ingin mereka menjadi dokter dan ilmuwan yang membuat dia kehilangan agama mereka. Saya lebih suka mereka menyapu jalan di Kota New York dan meninggal sebagai muslim, daripada menjadi dokter lalu meninggal dalam keadaan kafir,” kata Imam Siraj.
Dia menegaskan, kebahagiaan tertinggi seorang ayah adalah jika anak-anaknya hidup dan mati dalam keadaan muslim. Setiap kali bangun dari tidur, terucap syukur dalam diri akan semua nikmat yang telah diberikan, terutama nikmat muslim.
“Saya punya segalanya karena saya muslim. Jika saya meninggal sebagai muslim, maka bahagialah sudah. Meskipun saya tidak punya apapun dalam hidup ini, itu tidak masalah. Itu tidak masalah selama saya masih punya Islam. Jika saya punya segalanya di dunia ini namun tidak memiliki Islam, maka saya tidak memiliki apapun. Anda harus berpikir seperti itu,” Ucap Imam Siraj.
(jqf)