LANGIT7.ID, Jakarta - Sya’ban 1443 Hijriah memasuki pertengahan bulan, artinya sekitar 15 hari lagi umat Islam akan melaksanakan ibadah shaum (puasa). Berangkat dari satu bulan yang penuh berkah menuju bulan berkah berikutnya, yakni Ramadhan.
Ibadah puasa Ramadhan memerlukan persiapan fisik dan spiritual yang prima. Karena itulah Sya’ban turut menjadi bulan yang mulia karena menjadi momentum bagi seorang muslim menjalani Ramadhan dengan maksimal.
Berikut lima tema khutbah Jumat siang tadi untuk menjadi pengingat bagi kita agar bersiap maksimal menyambut datangnya bulan penuh kemuliaan dan ampunan dari Rabb semesta alam, Allah subhanahu wa ta'ala (Swt):
Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat: Membentuk Keluarga Sakinah Lewat Pernikahan1. Menggapai Berkah Sya’banSaat memasuki bulan Sya’ban, umat Islam dianjurkan meminta kepada Allah Swt agar disampaikan pada Ramadhan dengan memohon keberkahan umur sejak Rajab dan Sya’ban. Umur yang diberkahi adalah umur yang senantiasa dianugerahi rahmat dan hidayah, sehingga akivitasnya selalu bernilai ibadah.
2. Memaksimalkan Shaum SunnahSya’ban adalah bulan melatih diri sebelum memasuki peperangan hawa nafsu di bulan Ramadhan. Karenanya dianjurkan memperbanyak shaumsunnah pada bulan Sya’ban sehingga diharapkan tidak kaget saat menjalani puasa sebulan penuh pada Ramadhan.
Shaum sunnah merupakan sebaik-baik amalan sepanjang Sya’ban. Menurut hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Aisyah radiallahu anha menceritakan bahwa Rasulullah tidak pernah berpuasa lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.
3. Hati-hati Terjebak KelalaianRamadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Maka merugilah seorang muslim yang tidak dapat mereguk manisnya nikmat tersebut.
Agar mendapat keutamaan Ramadhan, Rasulullah telah mengingatkan jauh-jauh hari agar tidak terjebak dengan perbuatan yang membuat lalai dari beribadah kepada Allah. Rasulullah menyebut bahwa bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai.
Dari Usamah bin Zaid radiallahu anhu, beliau berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Syaban”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Baca Juga: Waketum Persis: Pernikahan Beda Agama Tidak Sahذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai, yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
4. Membayar Utang PuasaSelain memperbanyak puasa sunnah, Sya’ban sering menjadi momentum untuk melunasi utang puasa Ramadhan pada tahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan Aisyah yang membayar utang puasanya pada bulan Sya’ban.
كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ
“Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Sya'ban.” (HR Bukhari Nomor 1950 dan Muslim Nomor 1146).
Baca Juga: Supaya Lancar Puasa Ramadhan, Hindari Jenis Minuman IniNamun, sebaiknya utang puasa Ramadhan ditunaikan secepat mungkin bila tidak ada sebab yang menghalangi mengerjakan qadha puasa. Jadikan Sy’aban sebagai bulan persiapan ruhani.
5. Perbanyak Membaca Al-Qur’anSebagaimana Ramadhan dikenal sebagai Syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an), Sya’ban juga dikenal sebagai Syahrul Qura (bulan para pembaca Al-Qur’an). Para ulama menganjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an sejak bulan Sya’ban sehingga menjadi terbiasa saat Ramadhan.
(zhd)