LANGIT7.ID - , Jakarta - Saat berpuasa, perut seseorang dalam keadaan kosong setelah seharian tidak makan dan minum. Oleh karena itu hendaknya seorang Muslim berhati hati dalam memilih minuman untuk berbuka puasa.
Dokter Spesialis ginjal dan Pendiri Institut Urologi dan Transplantasi Sindh, Pakistan, dr Adeebul Hasan Rizvi menghimbau agar umat Muslim menahan diri dari minuman bersoda terutama yang dingin di bulan Ramadhan.
"Setelah berpuasa sepanjang hari ginjal akan kekeringan dan akan berhenti dengan meminum air dingin ini. Semua minuman yang mengandung soda, hendaklah dielakkan sepenuhnya. Lebih baik minum jus buah-buahan segar," katanya dikutip Kamis (17/3/2024).
Baca juga: Gelombang Omicron, Ini 3 Minuman Herbal yang Paling Banyak DicariDokter Febri Qurrota Aini, dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta membenarkan hal itu, menurutnya minum
soft drink tidak dianjurkan saat berbuka puasa, hal itu dikarenakan lambung dalam keadaan kosong.
"
Soft drink sifatnya semakin meningkatkan asam lambung, minum
soft drink dapat mempengaruhi lambung, jadi tidak dianjurkan," kata Febri kepada Langit7, Kamis (17/3/2022).
Dikutip dari Halodoc, minuman soda bila dikonsumsi dapat meningkatkan jumlah udara di saluran pencernaan. Ketika seseorang langsung berbuka dengan minuman soda, maka sistem pencernaannya akan kaget dan dapat menyebabkan masalah pencernaan.
Minuman soda juga bereaksi di dalam lambung, sehingga dapat meningkatkan tingkat keasaman, menyebabkan rasa panas di dada, rasa asam di mulut, selalu bersendawa, kram atau sakit perut.
"Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit maag atau memperparah bagi orang yang mengidap penyakit ini," seperti tertulis di laman tersebut.
Di sisi lain, dokter Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), dr Edy Rizal Wahyudi memberikan tips lancar menjalani ibadah puasa. Antara lain dengan membatasi asupan teh dan kopi saat sahur. Pasalnya, dua minuman tersebut membuat metabolisme berjalan cepat. Sehingga cepat mendatangkan rasa haus meski tidak terhidrasi.
Baca juga: Kapan Waktu Tepat Ajari Anak-Anak Berpuasa?"Pada saat sahur, sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat tinggi. Seperti gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian dan nasi merah," ujar Edy Rizal.
Pada saat berbuka, lanjutnya, dianjurkan untuk mengonsumsi kurma, karena kurma mengandung gula serat, karbohidrat, kalium dan magnesium. Dengan kurma, kebutuhan nutrisi tubuh yang hilang selama puasa perlahan dipenuhi.
"Mengonsumsi pisang saat berbuka juga baik untuk tubuh, sebab pisang merupakan sumber kalium, magnesium dan karbohidrat," katanya.
Dr Edy juga menghimbau agar umat Islam membatasi makan makanan yang digoreng saat berbuka, karena dapat meningkatkan sel-sel lemak dalam tubuh.
"Terutama bagi orang yang berusia lanjut, karena cenderung memiliki keluhan penyakit yang disebabkan lemak, seperti penyakit jantung koroner dan hipertensi.
Lebih lanjut, dia juga menganjurkan untuk membatasi makanan yang lebih cepat dicerna, seperti gula, karena gula cepat mendatangkan rasa haus di tengah menjalani ibadah puasa.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Revalina S Temat Ingatkan Anak untuk Puasa Penuh"Hindari juga makanan atau minuman yang mengandung es, karena memudahkan perut kenyang. Hal itu membuat asupan gizi yang lengkap akan menurun karena tidak dapat masuk ke dalam tubuh.
(est)