LANGIT7.ID, Jakarta - Kalender hijriah telah menunjuk bulan Sya’ban. Itu berarti bulan Ramadhan, momen semua Umat Islam bersuka-cita memasuki bulan suci penuh rahmat dari Allah Ta’ala, tinggal menghitung hari.
Bulan ampunan itu bukan hanya milik umat Islam yang telah dewasa. Anak-anak kecil pun berhak merasakan euforia kasih-sayang dari Allah yang melimpah.
Maka, orang tua memiliki kewajiban mengajari anak berpuasa dan shalat sejak dini. Itu agar kelak saat dewasa, anak-anak bisa berpuasa penuh hikmat dan hanya mengharapkan ridha Allah.
Ketika mengajari anak-anak berpuasa, ada rambu-rambu yang mesti diketahui setiap orang tua. Misalnya tak terlalu memaksakan anak berpuasa atau tak mengajari sama sekali dengan alasan masih anak kecil dan belum wajib puasa.
Baca juga: Yuk, Ajari Anak Berpuasa Sedari DiniDai kondang, Ustadz Adi Hidayat (UAH), mengingatkan orang tua perihal usia ideal bagi anak diajari berpuasa. Ada dua hal yang mengikat dalam hal ini.
Pertama, mengajari anak sebelum baligh. Ini penting agar anak terbiasa berpuasa saat sudah mempertanggungjawabkan segala perkataan dan perbuatan kepada Allah Ta’ala.
“Momentum mewajibkan anak puasa itu ketika sudah memasuki momentum. Maka, sepanjang anak belum baligh, latihlah ia untuk belajar puasa. Jangan sampai ketika anak itu sudah baligh, malahan menggunakan Ramadhan sebagai momentum belajar,” kata UAH melalui kanal
YouTube-nya, Jumat (4/3/2022).
Kedua, latih anak berpuasa sesuai kemampuannya. Anak harus dilatih berpuasa secara perlahan. Mulai puasa setengah hari, yakni buka saat memasuki waktu dzuhur.
Baca juga: Awal Ramadan 1443 H Berpotensi Berubah, Ini PenjelasannyaOrang tua perlu membiarkan anak secara bertahap sampai anak bisa ke tahap puasa yang penuh. Setiap anak berbeda-beda, ada yang 6 tahun atau 7 tahun sudah bisa penuh.
“Maka dilatih terus, apalagi saat menjelang Ramadhan ia baligh. Maka semaksimal latihan di bulan Rajab dan Sya’ban,” tutur UAH.
Orang tua bisa melatih anak berpuasa pada bulan Sya’ban. Misal, dengan puasa Senin-Kamis atau puasa sunnah pertengahan bulan Hijriah. Jadi, saat Ramadhan tiba, anak sudah bisa puasa secara penuh.
“Jadi batas ideal anak melatihnya secara sempurna. Batasnya sebelum baligh diukur dengan kemampuannya menunaikan puasa. Tapi dilakukan dengan cara bertahap sampai ia mendapatkan kenikmatan dan kematangan sampai menunaikan secara penuh,” ucap UAH.
(jqf)