LANGIT7.ID - , Jakarta - Federasi sepakbola Indonesia, PSSI berkejaran dengan waktu untuk mempercepat proses naturalisasi. Jika Presiden Joko Widodo tak turun tangan, PSSI pesimistis bisa memboyong tiga calon pemain naturalisasi ke ajang kualifikasi Piala Asia pada 8 Juni mendatang.
Penyebabnya karena proses naturalisasi diperkirakan akan selesai setelah perhelatan turnamen tersebut.
Dari sekian dokumen persyaratan, ada satu dokumen yaitu surat keterangan perpindahan warga negara dari pemerintah Belanda dan Spanyol, yang harus dilengkapi oleh Kementerian Hukum dan HAM, sebelum nama para calon pemain naturalisasi tersebut diajukan ke Jokowi.
Baca juga: Soal Dua Pemain Naturalisasi, Menpora Tunggu Kelengkapan Berkas dari PSSIBaca juga: PSSI Lanjutkan Proses Naturalisasi Jordi Amat“(Itu) di luar jangkauan kami. Surat tersebut bisa didapat dalam jangka waktu sebulan atau lebih, dari dua negara tersebut,” kata anggota Komite Ekskutif PSSI yang ditugasi mengurus naturalisasi pemain, Hasani Abdul Gani, Selasa (22/3/2022).
Menurut Hasani, seandainya surat keterangan tersebut bisa dilakukan secara paralel atau tidak menunggu dokumen tadi, lalu baru diajukan berkasnya oleh Kemenkumham kepada Presiden, maka target di bulan April bisa tercapai.
“Mengapa harus April, karena kita perlu waktu hingga dua minggu untuk proses perubahan federasi kepada FIFA. Tanpa pasport, kita tidak bisa mengajukannya,” ujarnya.
“Kalau tidak ada surat approval dari FIFA, otomatis pemain tersebut tidak eligible (memenuhi syarat) membela Timnas di babak kualifiaksi Piala Asia,” tambah Hasani.
Lebih jauh Hasani meminta kepada pemerintah RI untuk bisa membantu agar surat perpindahan warga negara dari negara Belanda dan Jerman, bisa turun lebih cepat.
“Kondisi krusial ini hanya bisa diselesaikan kalau ada kebijaksanaan dari pemerintah. Mudah-mudahan bapak Presiden Joko Widodo bisa ikut membantu sehingga para pemain tersebut dapat membela timnas di kualifikasi Piala Asia pada 8 Juni 2022,” ucapnya.
Dikatakan, keberadaan tiga pemain naturalisasi yang sudah diajukan ke Kemenkumham tersebut diharapkan dapat membantu tim nasional Indonesia menembus ranking 100 besar FIFA dan 10 besar Asia.
“Keberadaan mereka juga dapat memberikan transfer pengetahuan kepada pemain-pemain lokal di tingkat senior maupun usia muda,” ucapnya.
Baca juga: PSSI Disebut Miliki Utang Rp673 M Perusahaan Belgia, Ini Kata SekjenDiketahui, calon pemain naturalisasi yang disodorkan PSSI ke Kemenkumham memiliki jam terbang yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Jordi Amat misalnya, pemain kebangsaan Spanyol ini pernah bergabung di Real Betis, di Liga Spanyol dan Swansea City FC, di Premiere League sebelum di KAS Europen Belgia.
Shayne Pattynama saat ini memperkuat Viking FK, tim yang berlaga di kasta tertinggi di Norwegia, sedangkan Sandy Walsh di KV Mechelen di Liga Belgia.
(est)