LANGIT7.ID, Jakarta - Saat bulan
Ramadhan ada istilah setan dibelenggu. Namun nyatanya masih banyak manusia yang berbuat kemungkaran dan dosa di momen sakral tersebut.
Ustadz Adiwarman Karim menjelaskan, manusia masih banyak berbuat
dosa bukan karena setan, melainkan hawa nafsunya.
"Namanya juga manusia, ada saja kesalahan dan dosa yang kita lakukan di dalam bulan Ramadhan. Bukan karena setan, tapi karena hawa nafsu," katanya dikanal YouTube Smart Skill Skool, dikutip Selasa (22/3/2022).
Baca Juga: Perbedaan Shalat Tarawih, Tahajud, Qiyamul Lail, dan Qiyamu RamadhanAhli ekonomi syariah ini menambahkan, nyawa manusia sebagai bagian dari unsur makhluk hidup yang memiliki naluri. Naluri ini yang menggerakkannya untuk makan, berkembang biak, dan naluri untuk memiliki.
Hal ini juga yang menyebabkan umat dapat terjerumus dalam dosa, bahkan ketika bulan Ramadhan. Naluri ini yang terkadang mendorong nafsu untuk melakukan perbuatan dosa.
"Ini termasuk godaan sebagai makhluk hidup. Sehingga Ramadhan harus menjadi momen untuk melatih kita dalam mengekang hawa nafsu," katanya.
Untuk itu, dia berharap agar umat dapat melaksanakan aktivitasnya, termasuk mualamah, sesuai dengan anjuran dan ajaran Islam. Sehingga, umat dapat terhindar dari perbuatan yang justru merugikan.
"Setannya sudah tidak ada, karena lagi dibelenggu, jadi saat Ramadhan jangan nyalahin setan, karena itu nafsu sendiri," katanya.
Umat diharapkan dapat membuat ruh mengendalikan nyawa. Artinya, menekan hawa nafsu untuk melakukan perbuatan sia-sia, yang berujung pada dosa.
"Kita beraktivitas, termasuk dalam bisnis di bulan Ramadhan mengharapkan rahmat-Nya. Untuk itu, berusahalah jujur, dan memohon ampunan dari Allah," jelasnya.
(bal)