LANGIT7.ID, Jakarta - Kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) kini semakin populer di Tanah Air. Selain karena manfaatnya untuk mengurangi emisi, desain EV yang modern serta berteknologi canggih cukup menarik masyarakat untuk membelinya.
Terkait hal tersebut, Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama memprediksi SPBU akan sepi karena banyak orang beralih ke kendaraan berbasis listrik, khususnya sepeda motor. "Saya yakin ngga sampai lima tahun lagi SPBU itu bakalan sepi. Banyak orang pakai motor listrik, padahal kebanyakan operasional SPBU itu diisi oleh kendaraan roda dua," ujarnya dalam DBSI Sring Festival, dikutip Langit7.id, Rabu (23/3/2022).
Baca Juga: 3 Tahun Lagi, Kendaraan Listrik Ramai Mengaspal di Jalan RayaMenurut CEO dan Co-founder CIAS, Indrawan Nugroho, ramalan tersebut cukup masuk akal. Terlebih, motor listrik memiliki sejumlah keunggulan seperti mengurangi emisi dan juga irit bahan bakar daripada biaya Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Sebagai ilustrasi, untuk mengisi baterai 2 kWh hingga penuh butuh waktu lima jam dengan tarif dasar listrik PLN sekitar Rp1444. Maka untuk terisi penuh hanya butuh Rp2889 saja bisa digunakan dengan jarak tempuh 60km," kata Indrawan di kanal YouTube miliknya, Dr. Indrawan Nugroho.
Tentunya, hal itu sangat jauh jika dibandingkan
BBM per satu liter sekitar Rp7000 dan belum bisa untuk menempuh jarak 60km. "Selain itu, penggunaan suku cadang untuk motor listrik lebih sedikit dibandingkan bensin. Tak perlu penggantian oli, transmisi atau lainnya. Servis paling pergantian kampas rem," ucap Indrawan.
Baca Juga: BBM Resmi Naik di Sejumlah Wilayah, Ini Harga Terbaru Maret 2022Meski demikian,
kendaraan listrik masih dibanderol harga yang cukup mahal. Namun, diharapkan di masa depan, harga motor listrik terjangkau seiring banyaknya pengguna.
Hal tersebut juga selaras dengan pengembangan motor listrik yang dilakukan Pemerintah. Diketahui, Presiden Joko Widodo (
Jokowi) bertekad agar Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam rantai pasok global sebagai penyedia bahan baku utama baterai kendaraan listrik dunia.
"Data kementerian BUMN menunjukkan, Indonesia punya cadangan nikel (bahan baku utama baterai kendaraan listrik) terbesar di dunia, yaitu 21 juta ton. Presiden Jokowi telah mengeluarkan peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan pengembangan industri kendaraan motor listrik berbasis baterai," ungkap Indrawan.
Selain itu, sejumlah Pemerintah terkait telah mengeluarkan peraturan Menteri untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik pada kegiaatan transportasi. "Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi salah satunya, yang mendorong skema pembelian kendaraan bermotor tanpa baterai dengan konsep tukar baterai. Jadi di masa depan, Anda hanya menuju ke minimarket terdekat lalu tukar baterai kosong dengan baterai yang terisi penuh," tutur Indrawan.
Baca Juga:
Presiden Jokowi Saksikan Langsung Peluncuran Mobil Listrik Pertama Dirakit di Indonesia
Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Operasikan 5 SPKLU di Palu(asf)