LANGIT7.ID, Jakarta - Pilihan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) roda dua semakin banyak di Indonesia. Setiap produsen EV menawarkan sejumlah keunggulan produknya masing-masing, guna menarik minat masyarakat.
Sejumlah produsen ternama turut meramaikan kehadiran motor listrik yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) yang mengeluarkan
Gesits nya, Gogoro dari Taiwan dan yang terbaru Volta.
Baca Juga: Diperkirakan 5 Tahun ke Depan SPBU Sepi Pelanggan, Ini SebabnyaCEO dan Co-founder CIAS, Indrawan Nugroho mengatakan yang membedakan setiap merek motor listrik itu adalah sistem baterai, voltasenya hingga kecepatan yang bisa ditempuh. Tentu itu menyesuaikan dengan spesifikasi dan harga.
"Seperti Gesits, motor listrik pertama di Indonesia yang berhasil sudah di ekspor ke Senegal, Afrika Barat. Selanjutnya Gogoro dari Taiwan yang terlebih dahulu memperkenalkan sistem baterai dan bahkan bermitra dengan Gojek," ujar Indrawan, dalam kanal YouTube resminya, dikutip Langit7.id, Rabu (23/3/2022).
Selain itu, Indrawan menuturkan ada satu produsen motor listrik baru bernama Volta. Produk ini memiliki keunggulan fitur Battery Replacement System atau sistem ganti baterai. Artinya, pengguna
motor listrik tak perlu menunggu pengisian daya yang memakan waktu sekitar empat sampai delapan jam.
Baca Juga: E-Tactical Stealth Trail, Motor Listrik Karya Anak Bangsa"Ini menjadi keunggulan karena Battery Replacement System menjadi inovasi. Beberapa brand menyediakan stasiun fast charging (pengisian daya baterai cepat) yang hanya memakan waktu satu sampai tiga jam saja," kata Indrawan.
Meski demikian, saat ini masih banyak masyarakat yang ragu untuk menggunakan motor listrik. Sebagaimana umumnya harga produk baru, saat ini harga operasional motor listrik masih mahal karena suku cadang yang digunakan belum banyak.
"Perusahaan otomotif belum menjalankan pertambahan infrastruktur secara masif karena pengguna masih sedikit. Jadi ini polemik khas atas adobsi inovasi di dunia bisnis," tutur Indrawan.
Baca Juga: Motor Listrik Evo Buatan Polytron Siap Mengaspal di IndonesiaDi masa depan, harga motor listrik juga biaya operasionalnya diharapkan terjangkau seiring banyaknya pengguna. Hal tersebut selaras dengan pengembangan motor listrik yang dilakukan oleh Pemerintah. Diketahui, Presiden Joko Widodo (
Jokowi) menargetkan agar Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam rantai pasok global, sebagai penyedia bahan baku utama baterai kendaraan listrik dunia.
"Data kementerian BUMN menunjukkan, Indonesia punya cadangan nikel (bahan baku utama baterai kendaraan listrik) terbesar di dunia, yaitu 21 juta ton. Presiden Jokowi telah mengeluarkan peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan pengembangan industri kendaraan motor listrik berbasis baterai," ucap Indrawan.
Selain itu, Pemerintah juga menargetkan hingga 2025 Indonesia bisa memproduksi 600.000 mobil listrik dan 2,45 juta unit motor listrik.
Baca Juga:
Kenalan dengan Komunitas Pecinta Kendaraan Listrik Pertama di Sulsel
Bangga! Motor Listrik Gesits Resmi Diekspor ke Senegal(asf)