LANGIT7.ID, Jakarta - Ramadhan merupakan nama bulan dalam sistem kalender hijriah. Terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan asal-usul penamaan kata Ramadhan untuk bulan suci tersebut.
Misalnya pendapat Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir mengatakan,
ورمضان مِنْ شِدَّةِ الرَّمْضَاءِ ، وَهُوَ الْحُرُّ ، يُقَالُ رَمِضَتِ الْفِصَالُ : إِذَا عَطِشَتْ
“Kata Ramadhan diambil dari kata
ar-Ramdha' (الرَّمْضَاءِ) karena kondisi yang sangat panas. Ar-Ramdha’ artinya panas, seperti dalam kalimat ramidhat al fishaal (anak-anak unta itu kepanasan jika sedang haus).”
Mengutip laman muslim.or.id, ada pula pendapat yang menyebut Ramadhan diambil dari kata
Ar-Ramdu (الرمض) artinya batu yang panas karena terkena terik matahari. Saat itu, kewajiban puasa ketika panas yang sangat terik.
Ada juga pendapat Ramadhan diambil dari kata
Ar-Ramiidh (الرميض) artinya hujan atau awan yang turun setelah musim panas dan sebagai penanda masuknya musim gugur, sehingga panas hilang.
Al-Azhari, ulama penulis kitab
Tahdzib al-Lughah mengatakan, nama Ramadhan diambil dari pernyataan orang Arab (رمضت النصل) yang artinya mengasah tombak dengan dua batu sehingga menjadi tajam.
Baca juga: Doa Menyambut Bulan Ramadhan Sebagaimana Dibaca RasulullahBulan itu dinamakan Ramadhan karena masyarakat Arab pada masa silam mengasah senjata pada bulan tersebut, sebagai persiapan Perang di bulan Syawal, Sebelum masuk bulan haram.
Lalu, Imam Nawawi menyebutkan keterangan al-Wahidi, berdasarkan Keterangan al-Azhari, berarti Ramadhan adalah nama yang sudah ada sejak zaman jahiliyah. Sementara, dua pertama, berarti nama Ramadhan adalah Islami.
Ramadhan Berarti Penghapus DosaTerlepas dari perbedaan kata tersebut, salah satu makna asal kata Ramadhan yang perlu diperhatikan adalah gugur dan luntur. Itu berarti dosa akan gugur dan luntur pada bulan Ramadhan.
Hal tersebut senada dengan pendapat Imam Qurthubi dalam kitab tafsirnya, “Dinamakan bulan Ramadhan karena ia menggugurkan/membakar dosa-dosa dengan amal shalih.”
Ramadhan memang dikenal sebagai bulan ampunan dan limpahan Rahmat dari Allah Ta’ala. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya di masa lalu akan diampuni” (HR HR Bukhari dan Muslim).
Baca juga: 7 Tradisi Sambut Ramadhan di Berbagai NegaraDalam hadits lain disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim).
Salah satu hadits masyhur di tengah masyarakat juga sejalan dengan makna Ramadhan yang berarti luntur dan gugur. Rasulullah SAW bersabda:
“Antara shalat yang lima waktu, antara Jumat yang satu dan Jumat berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar” (HR Muslim).
(jqf)