Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wisata halal detail berita

7 Tradisi Sambut Ramadhan di Berbagai Negara

Muhajirin Rabu, 23 Maret 2022 - 19:57 WIB
7 Tradisi Sambut Ramadhan di Berbagai Negara
Chaand Rat di Pakistan (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ramadhan merupakan bulan suci yang ditunggu-tunggu setiap muslim di seluruh dunia. Secara umum, umat Islam mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan berusaha meningkatkan keimanan.

Namun di berbagai negara ada pula tradisi-tradisi lokal sebagai wujud kegembiraan menyambut bulan Ramadhan. Tradisi itu merupakan ajang saling mengingatkan sesama muslim, bahwa Ramadhan telah tiba.

Nah, berikut ini LANGIT7.ID telah merangkum ragam tradisi menyambut Ramadhan di berbagai negara di dunia:

1. Irak

Irak memiliki tradisi Mhebibes. Tradisi ini merupakan sebuah permainan tradisional yang dilakukan para laki-laki saat Ramadhan setelah berbuka puasa. Permainan melibatkan dua kelompok yang terdiri dari sekitar 40 hingga 250 pemain.

Permainan ini mirip tebak-tebakan. Seseorang dalam kelompok akan menyembunyikan sebuah cincin. Lawan harus menentukan pria mana yang membawa cincin. Namun, untuk menebak siapa yang menyembunyikan cincin tersebut, lawan hanya boleh menggunakan bahasa tubuh.

Cincin tersebut disembunyikan oleh seorang pria dari salah satu tim. Pria itu masuk ke dalam selimut, lalu bergerak ke arah barisan kelompoknya. Selimut itu akan menutupi tangan si pria yang menyentuh satu per satu tangan rekan timnya, sambil menyerahkan cicin kepada seseorang dalam tim.

Cara itu membuat tim lawan tidak mengetahui siapa yang menyimpan cincin. Anggota tim akan memasang ekspresi datar pada wajah mereka untuk mengecohkan lawan. Lawan akan menunjuk salah satu anggota tim untuk menemukan cincin itu.

Jika dia tidak berhasil, tim yang menyembunyikan cincin mendapatkan satu poin. Jika dia menemukannya, timnya harus menyembunyikan cincin dan mencoba untuk mengumpulkan poin lagi.

2. Turki

Di Turki ada tradisi yang mirip-mirip di Indonesia. Menjelang waktu sahur, sekelompok pemudah bertugas berkeliling kampung untuk membangunkan warga menyantap sahur. Mereka berpakaian tradisional Ottoman sambil menabuh drum.

Kostum tradisional Ottoman termasuk fez dan rompi yang keduanya dihiasi dengan motif tradisional. Tradisi menabuh drum untuk membangunkan warga yang hendak sahur dimulai sejak zaman kekaisaran Ottoman.

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih, Ibadah Khusus Bulan Puasa

3. Maroko

Selama Ramadan, wilayah Maroko akan dikelilingi nafar atau seorang penyiar (crier) yang mengenakan pakaian tradisional gandora, sandal, dan topi. Nafar ini akan mengumandangkan melodinya sambil menyusuri jalan-jalan sebagai tanda bahwa pagi telah tiba, dan warga harus segera sahur. Biasanya, nafar akan dipilih oleh warga kota karena kejujuran dan rasa empati.

Tradisi ini dimulai pada abad ketujuh, ketika seorang sahabat Nabi Muhammad menyanyikan doa-doa merdu di jalan-jalan saat fajar telah tiba. Saat musik nafar menyapu seluruh kota, hal itu disambut dengan rasa syukur dan sukacita oleh warga. Selain itu, nafar secara resmi diberi kompensasi oleh sebuah komunitas pada malam terakhir Ramadhan.

4. Qatar

Di Qatar ada festival anak-anak yang digelar pada 13, 14, dan 15 Ramadhan. Tradisi itu disebut Garangaou berlangsung. Dalam festival ini, anak laki-laki akan tampil dalam pakaian Arab hitam dengan bordir merah dan emas.

Untuk anak perempuan akan dibalut dengan pakaian adat disdaasha berwarna cerah lengkap dengan ikat kepala bukhnig atau hijab hitam transparan berhiaskan benang emas. Mereka kemudian akan berbaris dan bernyanyi di sepanjang jalan serta mengunjungi rumah-rumah warga untuk meminta manisan dan kue.

5. Pakistan

Pernah dengar tradisi Chaand Raat? Tradisi ini dilakukan oleh para wanita di Pakistan untuk menyambut Idul Fitri atau Lebaran. Saat hilal terlihat di langit, hal itu menandakan berakhirnya masa Ramadhan dan dimulainya hari raya Idul Fitri. Maka para wanita di Pakistan segera memulai perayaan Chaand Raat.

Usai berbuka puasa pada hari terakhir, mereka akan berbondong-bondong ke pasar lokal untuk membeli gelang warna-warni. Mereka lalu mewarnai dan melukis tangan juga kaki mereka dengan henna atau pacar.

Para pemilik toko akan mendekorasi kios mereka, dan buka hingga dini hari. Ada juga beberapa kaum wanita yang mendirikan toko pacar secara dadakan di dekat toko perhiasan. Suasana keramaian pasar di Chaand Raat menjadi salah satu semangat masyarakat yang riang dalam menyambut lebaran.

Baca juga: Tipe Masyarakat Muslim Sambut Ramadhan, Kamu yang Mana?

6. Malaysia

Di Malaysia, ada satu makanan sangat spesial selama Ramadhan yakni bubur lambuk. Makanan ini adalah bubur nasi yang berisi daging cincang dan udang kering dengan bumbu dasar yang terdiri dari cengkeh, adas bintang, jinten, kulit kayu manis, dan lain-lain.

Masyarakat setempat memasak bubur bergotong-royong di beberapa masjid di Malaysia. Kemudian mereka membagikan bubur ini kepada masyarakat dan menjadikannya sebagai bekal berbuka puasa bagi jamaah masjid.

7. Indonesia

Selain menyandang negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia juga memiliki tradisi unik menyambut Ramadhan. Ada banyak tradisi yang berbeda-beda di berbagai daerah. Salah satunya munggahan atau punggahan menjelang Ramadhan.

Punggahan mirip makan bersama dengan menu Khusus. Dari tradisi itu, masyarakat diingatkan pentingnya berbagi selama bulan suci Ramadhan.

Kemudian ada pula tradisi untuk 'membersihkan' diri menjelang bulan suci Ramadhan. Beberapa daerah seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki tradisi penyucian yang disebut padusan dalam bahasa Jawa atau setara dengan 'mandi'.

Dalam tradisi itu, umat Islam terjun ke mata air, dan membasahi tubuh mereka dari ujung kepala sampai ujung kaki. Konon mata air memiliki makna spiritual dalam budaya Jawa, mereka percaya bahwa air adalah bagian dari penyucian selama bulan suci. Tradisi ini pertama kali disebarkan oleh Wali Songo.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)