Usai Peluk Islam, Ustadz Asnawi Putuskan Berdakwah di Pedalaman
mahmuda attar husseinJum'at, 25 Maret 2022 - 10:31 WIB
Kondisi jalan yang harus dilalui Ustadz Asnawi untuk berdakwah di pedalaman Pulau Buru. (Foto: ACT).
LANGIT7.ID, Jakarta - Asnawi Tasidjawa menjadi mualaf sejak usia 17 tahun. Pria tersebut mendalami Islam hingga mendapat gelar ustadz dan kini memutuskan berdakwah di Maluku.
Ustadz Asnawi membawa syiar Islam di pedalaman Kabupaten Buru. Dia mengajarkan warga dan anak-anak tentang agama di perkampungan mualaf, wilayah Skusa Ukalahin, Kecamatan Fena Leisela.
Jarak ke lokasi itu sangat jauh dari pusat kota. Medan yang ditempuh pun tidak lah mudah. Dai ini harus melewati jalan berlumpur hingga menyeberangi sungai.
"Jalan berlumpur sampai menyeberangi sungai harus dilewati untuk sampai ke sana (perkampungan mualaf). Di sana kami tinggal di salah satu rumah warga," kata Ustadz Asnawi melansir dari laman ACT, Jumat (25/3/2022).
Dua hingga tiga kali dalam sepekan Ustaz Asnawi menyambangi perkampungan mualaf tersebut. Harapan besar agar para warga memiliki iman yang kuat, lancar membaca dan mengamalkan Al-Quran serta sholat dan ibadah lain.
Tak mudah menjadi dai di wilayah pedalaman. Dia menceritakan pengalamannya ketika kecelakaan usai pulang berdakwah dan mengantarkan seorang warga. Sat itu dia mengalami luka-luka dan motornya patah menjadi dua bagian.
"Sekarang agak susah ke tempat binaan, karena enggak punya kendaraan. Kalau jalan kaki bisa satu hari satu malam baru tiba di sana," katanya.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”