Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 15 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Utang Puasa Belum Lunas sampai Masuk Ramadhan, Ini Hukumnya

mahmuda attar hussein Ahad, 03 April 2022 - 14:45 WIB
Utang Puasa Belum Lunas sampai Masuk Ramadhan, Ini Hukumnya
Ilustrasi puasa Ramadhan. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Puasa Ramadhan diwajibkan atas umat Islam yang mampu melaksanakannya. Lalu bagaimana jika utang puasa ini belum diganti hingga datang Ramadhan berikutnya?

Pendakwah NU, Ustadz Alhafiz Kurniawan menjelaskan, bagi muslim yang lalai mengganti utang atau menunda qadha puasanya sampai Ramadhan tahun berikutnya, dikenakan beban tambahan.

"Selain mengqadha puasa yang ditinggalkan, mereka ini juga diwajibkan membayar fidiah," ungkapnya seperti dikutip lama NU, Ahad (3/4/2022).

Baca Juga: Hukum Bayar Utang Puasa untuk Orang Meninggal Dunia

Menurutnya, membayar fidiah ini dikenakan akibat lalainya seseorang mengqadha puasa sebelum datang Ramadhan tahun depan. Apalagi, jika mereka sebetulnya memiliki kesempatan waktu untuk mengqadha.

Didasarkan pada sebuah hadits, "Siapa saja mengalami Ramadhan, lalu tidak berpuasa karena sakit, kemudian sehat kembali dan belum mengqadhanya hingga Ramadhan selanjutnya tiba. Maka ia harus menunaikan puasa Ramadhan yang sedang dijalaninya, setelah itu mengqadha utang puasanya dan memberikan makan kepada seorang miskin satu hari yang ditinggalkan sebagai kaffarah." (HR Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi).

"Mengutip dari keterangan Syekh Nawawi Al-Bantani, ketidaksempatan qadha puasa hingga Ramadhan berikutnya tiba disebabkan karena sakit, lupa, atau memang kelalaian menunda-tunda."

"Kalau disebabkan karena kelalaian, tentu yang bersangkutan wajib mengqadha dan juga membayar fidiah sebesar satu mud untuk satu hari utang puasanya," jelasnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 15 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:49
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)