Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hukum Mencicipi Makanan saat Berpuasa, Batal atau Tidak?

mahmuda attar hussein Senin, 04 April 2022 - 07:00 WIB
Hukum Mencicipi Makanan saat Berpuasa, Batal atau Tidak?
Ilustrasi hukum mencicipi makanan. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Hukum mencicipi makanan saat berpuasa tidak membatalkan ibadah shaum. Namun hanya sebatas sampai ujung lidah untuk mengetahui rasanya, kemudian dikeluarkan.

Melansir laman Muhammadiyah, mencicipi makanan tidak sampai membatalkan puasa karena tidak masuk ke dalam perut. Tapi bila tertelan, puasanya dianggap telah batal.

Acuan ini melansir dari perkataan Sahabat Ibnu Abbas. Dia mengatakan, "Tidak mengapa orang yang sedang berpuasa mencicipi makanan seperti kuah gulai dan semacamnya." (Riwayat Al Baihaqi).

Baca Juga: Istilah Ngabuburit, Jalan-Jalan sambil Tunggu Waktu Berbuka Puasa

Al-Hasan al-Basri diriwayatkan berpendapat bahwa tidak masalah orang berpuasa mencicipi madu atau samin kemudian meludahkannya (Riwayat Ibnu Abi Syaibah).

Mazhab-mazhab fikih memerinci hukum mencicipi makanan. Mencicipi makanan tanpa ada keperluan untuk itu hukumnya makruh. Tetapi mencicipinya karena ada keperluan, seperti juru masak atau wanita maupun lelaki yang memasak di dapur dianggap mubah.

Mencicipi makanan mirip dengan orang berkumur-kumur ketika sedang berpuasa di mana tidak batal puasanya. Para fukaha menyepakati bahwa berkumur-kumur di bulan puasa tidak membatalkannya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan