LANGIT7.ID, Yogyakarta - Warga DIY dikagetkan dengan gempa berkekuatan magnitude 4.9, Rabu (6/4/2022) sekitar pukul 10.03 WIB.
Warga Paliyan, Aji (28) mengatakan saat terjadinya gempa, sedang duduk-duduk di teras. tiba-tiba goyang sendiri. "Saat itu saya kaget. Terus keluar rumah," katanya.
Hal yang sama diungkapkan warga Kalasan, Sleman, Ella (17). Ia mengatakan saat di dalam rumah. Dia merasakan ada goyangan, seperti gempa namun hanya sebentar. Meski begitu sempat kaget.
Baca juga: Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Halmahera, Tidak Berpotensi Tsunami
“Getaran seperti gempa itu sekitar lima detik,” ungkapnya.
Kepala Stasion Geografi (Stageof) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sleman, Ikhsan mengatakan gempa tektonik itu terjadi di 24 Km barat daya Gunungkidul pada kedalaman 123 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.21 LS dan 110.57 BT.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktifitas subduksi,” kata iksan dalam rilis resmi, Rabu (6/4/2022).
Ikhsan menjelaskan akibat terjadinya gempa, guncangan gempabumi ini dirasakan di Gunungkidul, Bantul, Sleman, Trenggalek II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), Pacitan II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
“Meskipun dirasakan hampir sebagian besar masyarakatt, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” jelasnya
Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Guncang Lebak, Tidak Berpotensi TsunamiSementara dari hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Atas adanya gempa tersebut, menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” terangnya.
(sof)