LANGIT7.ID, Jakarta - Berbuka puasa menjadi salah satu momen yang dinantikan setelah berpuasa seharian penuh. Sebelum menyantap makanan berbuka, biasanya dianjurkan membaca doa terlebih dahulu.
Dai kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengajarkan satu doa buka puasa yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Doa tersebut termaktub dalam hadits At-Tirmidzi dari sahabat Ibnu Umar.
Doa itu berbunyi:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”
Baca juga: Waktu Mandi Junub bagi Pasangan Suami Istri di Bulan RamadhanDari teks hadits tersebut muncul dua pendapat tentang cara berbuka puasa dan kapan waktu tepat berdoa.
Pendapat pertama mengacu pada arti dari hadits tersebut “telah hilang dahaga” yang diartikan minum terlebih dahulu lalu membaca doa di atas. Pendapat kedua, dibaca ketika berbuka Sebelum minum dan makan.
Meski ada dua pendapat, UAH mengatakan, tidak ada yang perlu dipertentangkan. Dibaca Sebelum atau sesudah bukan masalah, asalkan kita tetap membaca doa. Masalah muncul jika kita tidak membaca doa, karena menyia-nyiakan waktu mustajab yang disediakan Allah.
Baca juga: 7 Alasan Siwak Relevan dari Zaman Rasulullah SAW hingga Kini“Berdasarkan hadits shahih, ada tiga golongan yang sulit ditolak doanya, di antaranya pemimpin yang adil, dan orang yang berpuasa, saat berbuka puasa adalah saat mustajab untuk berdoa,” kata UAH dalam video pendek di
Akhyar TV, Kamis (7/4/2022).
Ada dua pahala yang didapat orang yang berpuasa. Pertama, doa yang dikabulkan. Kedua, mendapatkan pahala puasa saat tiba di akhirat kelak. Sesungguhnya setiap waktu pada bulan Ramadhan punya nilai keutamaan, maka itu, Rasulullah mengingatkan untuk selalu mengisi waktu dengan ibadah.
(jqf)