LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam diwajibkan untuk berpuasa ketika masuk
bulan Ramadhan. Namun, apa alasan sebenarnya dari kewajiban puasa ini?
Penceramah,
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, dibalik kewajiban ibadah puasa Ramadhan, Allah menginginkan agar hambanya dapat meningkatkan taqwa.
Seperti dijelaskan dalam penggalan QS Al-Baqarah ayat 183, yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Nilai Istilah Imsak di Tengah Masyarakat Kurang Tepat"Ayat ini memberikan kesan yang dalam kepada kita semua akan hakikat tujuan ibadah puasa. Salah satunya meningkatkan taqwa," jelas dia dikanal YouTubenya, Adi Hidayat Official, dikutip Senin (11/4/2022).
Disebutkannya, taqwa secara singkat dapat diartikan sebagai akumulasi dari karakter moral, kumpulan-kumpulan sifat baik yang hadir dalam jiwa setiap manusia.
Dari pancaran karakter moral tersebut, kemudian mengeluarkan sifat yang dieksekusi tubuh menjadi sikap mulia. Mulai dari ujung kepala sampai dengan ujung kaki.
"Jadi mata kita akan melihat yang mulia, bergantung kondisi jiwa kita, lisan kita bisa bertutur mulia, itu bergantung pada keadaan jiwa. Demikian telinga saat mendengar, sampai ke ujung kaki saat melangkah," ungkapnya.
Adi menambahkan, bahwasannya kecenderungan hidup manusia akan dekat pada kebahagiaan, ketenangan, ketentraman, dan kesuksesan.
Untuk itu, ketika mampu menyucikan keadaan jiwa, diharapkan dapat mengeluarkan sifat baik, termasuk taqwa.
"Saat Ramadhan kita dilatih untuk banyak meningkatkan kebaikan, mencegah banyak hal yang tidak baik, yang tidak layak untuk ditampilkan dari ujung kepala sampai ujung kaki."
"Karena itu dari sejak mengawali puasa, mari kita siapkan, berlatih dengan sungguh-sungguh untuk menata diri agar mampu menghadirkan sifat taqwa," sambungnya.
(bal)