Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home global news detail berita
Ramadhan di Seluruh Dunia

Gemerlap Ramadhan di India, Malam Gemerlap dan Jadi Jam Sibuk

Muhajirin Selasa, 12 April 2022 - 20:00 WIB
Gemerlap Ramadhan di India, Malam Gemerlap dan Jadi Jam Sibuk
Ilustrasi (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada tradisi unik pada bulan Ramadhan di Kashmir, India, yang masih bertahan hingga sekarang. Setiap malam, Kashmir selalu ramai dengan warga muslim yang berkunjung ke pasar malam. Ada banyak jenis kuliner dan berbagai pernak-pernik Ramadhan yang bisa ditemui.

Lateef Shadad, seorang manajer di Mass International, mengatakan, Ramadhan di Kashmir selalu meriah. Jajanan kuliner begitu mendominasi dan orang lalu lalang di pasar malam. Keramaian itu sudah menjadi tradisi turun-temurun.

“Setiap tempat festival penuh kilauan. Orang-orang berbondong-bondong ke pasar untuk mendapat makanan favorit dan tradisional mereka,” kata Lateef, dikutip Muscat Daily, Selasa (12/4/2022).

Semarak Ramadhan sudah dimulai menjelang waktu berbuka puasa. Kashmir akan dipenuhi pemandangan orang-orang berangkat ke masjid untuk buka bersama. Setelah matahari terbenam, pasar malam digelar. Sudut-sudut jalan menjadi riuh, menjadi tanda semangat Ramadhan di sana.

Baca juga: Jaga Metabolisme Tubuh saat Puasa, Ahli Gizi: Konsumsi Jenis Makanan Ini

Alasan setiap malam pada bulan Ramadhan begitu ramai di sana bisa dipahami. Itu karena makanan menjadi salah satu pusat perhatian. Memilih menu untuk buka puasa dan sahur menjadi salah satu prioritas.

Seperti Lateef yang selalu menyiapkan sahur dan buka puasa dengan minuman tradisional Rooh Afza yang dicampur dengan biji selasih dan campuran buah-buahan. Dia juga menyediakan nasi, baik pilaf tradisional atau plov uzbek (domba plaf) diserta daging kambing Kashmir, Yakhni. Lalu makanan penutup ada puding buah.

Makanan Khas Ramadhan

Hidangan tradisional dan mughlai merupakan hidangan wajib selama Ramadhan. Ada beberapa kuliner Ramadhan di Kashmir. Pertama, seviya, makanan penutup yang disiapkan hampir di setiap hampir di setiap rumah selama Ramadhan.

Makanan penutup ini dibuat dengan merebus susu, dimasak dengan sirup gula atau dengan susu kental. Tidak hanya disukai oleh anak-anak, tapi juga semua kalangan.

Kedua, safron phirni. Hidangan manis ini disiapkan selama Ramadhan. Biasanya diambil setelah menyantap makanan berat setelah buka puasa. Phirni memang ada di semua wilayah India utara, tetapi phirni punya ciri khas karena ditambahkan safron.

Ketiga, minuman. Kashmir memiliki jenis minuman khas yang disajikan. Di antaranya ada noon chai, minuman tradisional yang terbuat dari biji-bijian teh bubuk mesiu, susu dan soda kue. Noon chai biasa menjadi pilihan pertama bagi warga Kashmir untuk berbuka puasa.

Tradisi Sahar Khans

Ada satu tradisi yang paling berkesan di Kashmir yaitu Sahar Khans. Ini merujuk pada orang yang membangunkan orang-orang untuk sahur dengan alat musik yang ditabuh. Setiap malam, ketika orang-orang masih tidur lelap, Sahar Khans berjalan di jalan-jalan kosong Kashmir, untuk membangunkan umat Islam makan sahur.

Baca juga: Masjid Sultan, Masjid Terbesar dan Termegah di Singapura

Tradisi kuno ini tetap relevan meski sekarang ini ada gadget. Para penabuh genderang menyanyikan Waqt-e-sahar (saatnya makan sebelum fajar), membangunkan semua orang di lingkungan itu, berpindah dari satu jalan ke jalan selanjutnya. Itu dilakukan sambil menabuh genderang.

Nah, tradisi ini mirip-mirip dengan yang ada di Indonesia. Hanya saja, tradisi di Indonesia bisa berbeda-beda di setiap tempat. Ada yang berkeliling kampung dengan membawa kentongan, ada pula yang membangunkan sahur melalui pengeras suara.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)