LANGIT7.ID, Jakarta - Ada tradisi unik pada bulan Ramadhan di Kashmir, India, yang masih bertahan hingga sekarang. Setiap malam, Kashmir selalu ramai dengan warga muslim yang berkunjung ke pasar malam. Ada banyak jenis kuliner dan berbagai pernak-pernik Ramadhan yang bisa ditemui.
Lateef Shadad, seorang manajer di Mass International, mengatakan, Ramadhan di Kashmir selalu meriah. Jajanan kuliner begitu mendominasi dan orang lalu lalang di pasar malam. Keramaian itu sudah menjadi tradisi turun-temurun.
“Setiap tempat festival penuh kilauan. Orang-orang berbondong-bondong ke pasar untuk mendapat makanan favorit dan tradisional mereka,” kata Lateef, dikutip
Muscat Daily, Selasa (12/4/2022).
Semarak Ramadhan sudah dimulai menjelang waktu berbuka puasa. Kashmir akan dipenuhi pemandangan orang-orang berangkat ke masjid untuk buka bersama. Setelah matahari terbenam, pasar malam digelar. Sudut-sudut jalan menjadi riuh, menjadi tanda semangat Ramadhan di sana.
Baca juga: Jaga Metabolisme Tubuh saat Puasa, Ahli Gizi: Konsumsi Jenis Makanan IniAlasan setiap malam pada bulan Ramadhan begitu ramai di sana bisa dipahami. Itu karena makanan menjadi salah satu pusat perhatian. Memilih menu untuk buka puasa dan sahur menjadi salah satu prioritas.
Seperti Lateef yang selalu menyiapkan sahur dan buka puasa dengan minuman tradisional Rooh Afza yang dicampur dengan biji selasih dan campuran buah-buahan. Dia juga menyediakan nasi, baik pilaf tradisional atau plov uzbek (domba plaf) diserta daging kambing Kashmir, Yakhni. Lalu makanan penutup ada puding buah.
Makanan Khas RamadhanHidangan tradisional dan mughlai merupakan hidangan wajib selama Ramadhan. Ada beberapa kuliner Ramadhan di Kashmir. Pertama, seviya, makanan penutup yang disiapkan hampir di setiap hampir di setiap rumah selama Ramadhan.
Makanan penutup ini dibuat dengan merebus susu, dimasak dengan sirup gula atau dengan susu kental. Tidak hanya disukai oleh anak-anak, tapi juga semua kalangan.
Kedua, safron phirni. Hidangan manis ini disiapkan selama Ramadhan. Biasanya diambil setelah menyantap makanan berat setelah buka puasa. Phirni memang ada di semua wilayah India utara, tetapi phirni punya ciri khas karena ditambahkan safron.
Ketiga, minuman. Kashmir memiliki jenis minuman khas yang disajikan. Di antaranya ada noon chai, minuman tradisional yang terbuat dari biji-bijian teh bubuk mesiu, susu dan soda kue. Noon chai biasa menjadi pilihan pertama bagi warga Kashmir untuk berbuka puasa.
Tradisi Sahar KhansAda satu tradisi yang paling berkesan di Kashmir yaitu Sahar Khans. Ini merujuk pada orang yang membangunkan orang-orang untuk sahur dengan alat musik yang ditabuh. Setiap malam, ketika orang-orang masih tidur lelap, Sahar Khans berjalan di jalan-jalan kosong Kashmir, untuk membangunkan umat Islam makan sahur.
Baca juga: Masjid Sultan, Masjid Terbesar dan Termegah di SingapuraTradisi kuno ini tetap relevan meski sekarang ini ada gadget. Para penabuh genderang menyanyikan Waqt-e-sahar (saatnya makan sebelum fajar), membangunkan semua orang di lingkungan itu, berpindah dari satu jalan ke jalan selanjutnya. Itu dilakukan sambil menabuh genderang.
Nah, tradisi ini mirip-mirip dengan yang ada di Indonesia. Hanya saja, tradisi di Indonesia bisa berbeda-beda di setiap tempat. Ada yang berkeliling kampung dengan membawa kentongan, ada pula yang membangunkan sahur melalui pengeras suara.
(jqf)