LANGIT7.ID, Jakarta - Menjual produk sendiri ataupun produk orang lain dalam
bisnis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun mana yang lebih menguntungkan?
Namun di tahun 2022 ini, mana yang harus dipilih antara berbisnis dengan menjadi brand owner atau
reseller?
Mentor sekaligus pelaku bisnis, Dewa Eka Prayoga mengatakan, berjualan produk milik sendiri atau orang lain ini tergantung pada tujuan bisnis masing-masing pelakunya.
"Kalau dalam bisnis punya utang, misalnya Rp100 juta, maka saya lebih berorientasi dengan kas dan berjualan produk orang lain," katanya dikutip dari kanal YouTube Dewa Eka Prayoga, Senin (18/4/2022).
Baca Juga: 5 Tips Kembangkan Bisnis yang Lahir saat Ramadhan, Yuk DiseriusinHal itu dilakukan demi menghasilkan uang dalam jumlah besar dengan tujuan bayar utang. Sebab, mengandalkan produk sendiri akan membutuhkan biaya cukup besar.
"Dengan berjualan produk orang lain, saya tidak harus disibukkan dengan aktivitas produksi barang, mikirin BPOM, sertifikasi halal, produksi, alat, tempat, dan lainnya," ungkapnya.
Selain biaya yang besar, kata dia, hal itu juga akan memakan waktu yang pada akhirnya belum tentu menghasilkan uang.
Sedangkan ketika berjualan produk orang lain, berbagai tugas dan kebutuhan yang memakan waktu dan biaya lebih bisa dipangkas.
"Dengan menjadi reseller, agen, ataupun distributor yang akan saya lakukan adalah berjualan," ujarnya.
Untuk tujuan bisnis melunasi utang besar di masa lampau, berjualan produk orang lain merupakan hal yang tepat. Terutama jika membutuhkan uang dalam jumlah besar.
Sementara menjadi brand owner akan memberikan gengsi lebih kepada pebisnis. Bahkan, gengsi ini bisa didapatkan ketika laporan keuangannya negatif.
"Seperti misalnya ketika orang-orang membicarakan brand kita, itu gengsi. Walaupun duitnya terkadang dipakai untuk bangun pabrik, sewa gudang, dan habis," katanya.
Muslim yang akrab disapa Kang Dewa ini menyebutkan, antara menjadi brand owner ataupun reseller, bisa dilakukan berdasarkan tujuan bisnisnya.
"Tidak ada yang salah dan benar dalam bisnis, yang ada hanyalah konsekuensi. Jadi pastikan prioritas bisnis Anda untuk tahun 2022 ini, apakah ingin melunasi utang atau punya gengsi," katanya.
(bal)