Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Sejarah Al-Quran, Allah Jamin Orisinalitas Bacaan dan Tulisannya

Muhajirin Rabu, 20 April 2022 - 23:00 WIB
Sejarah Al-Quran, Allah Jamin Orisinalitas Bacaan dan Tulisannya
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, Al-Qur’an memiliki banyak nama. Setiap nama merupakan representasi makna Al-Qur’an itu sendiri. Di antara nama itu adalah Al-Qur’an dan Al-Kitab.

Nama Al-Qur’an menunjukkan sifat Qur’an yang dibacakan di lisan atau untuk menunjukkan bacaannya. Al-Qur’an berarti bacaan. Sementara, Al-Kitab merupakan isyarat dari Al-Qur’an bahwa di kemudian hari ayat-ayat suci itu akan tertulis dalam sebuah mushaf, dengan tulisan yang teratur dan kesempurnaannya dijaga.

Ini merupakan bukti Al-Qur’an itu mukjizat. Ada banyak ayat yang menyinggung Al-Kitab dalam Al-Qur’an seperti Surah Al-Baqarah ayat ke-2. Namun, pada zaman Rasulullah, Al-Qur’an masih dalam bentuk bacaan. Para sahabat mengandalkan hafalan.

Ada tulisan tapi dalam bentuk catatan pribadi, sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai mushaf. Tulisan-tulisan itu pun tidak bisa dikategorikan sebagai mushaf, karena ditulis di atas batu, pelepah kurma, dan tulang kering.

Baca juga: Menag: Spirit Al-Qur'an Bawa Indonesia Jadi Bangsa yang Harmoni

“Tapi tidak bisa disebut kitab, karena kitab itu kalau sudah disusun, di antara dua jilid, berisi tulisan Al-Qur’an. Itu disebut dengan mushaf, susunannya disebut dengan kitab,” kata UAH di Akhyar TV, dikutip Rabu (20/4/2022).

Ketika Rasulullah wafat, Umar bin Khattab mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar untuk menuliskan Al-Qur’an dalam satu mushaf. Umar khawatir karena banyak qari dan penghafal Al-Qur’an yang syahid. Usulan itu diterima. Abu Bakar lalu membuat tim khusus untuk menuliskan Al-Qur’an.

“Apa yang terjadi? Begitu Rasulullah wafat, Umar bin Khattab mengusulkan agar menulis Al-Qur’an dari para sahabat. Abu Bakar sangat jenius menangkap usulan Umar, karena memang ada isyarat bahwa Al-Qur’an suatu saat akan berbentuk mushaf,” kata UAH.

Satu hal yang perlu ditekankan adalah isyarat Al-Qur’an akan berbentuk kitab dalam mushaf. Bukan perkara usulan Umar kepada Abu Bakar untuk menuliskan Al-Qur’an. Ada bukti mukjizat Nabi Muhammad SAW di sini.

“Ini menunjukkan bahwa itulah di antara mukjizat Nabi Muhammad SAW, kebenaran isi Al-Qur’an, diturunkan dalam bentuk bacaan, diberikan isyarat akan menjadi tulisan. Itu terjadi di kemudian hari. Kalau bukan mukjizat, maka mustahil akan berbentuk tulisan yang dikenal dengan mushaf ini,” tutur UAH.

Allah apa yang membedakan dengan kitab-kitab lain? Jelas sangat berbeda. Allah sudah menjamin Al-Qur’an akan dijaga sampai hari kiamat. Al-Qur’an akan terjaga baik bacaan maupun tulisan.

Baca juga: Perkuat Syiar, 5.000 Warga DKI Khatamkan Al-Quran di Masjid JIC

“Maka itu, tidak akan pernah Anda temukan di dalam isi mushaf Al-Qur’an ketimpangan dan kesalahan dalam tulisan, walaupun hanya titik saja. Kalau ada salah, pasti akan ketahuan,” ucapnya.

Jika ada kesalahan penulisan dalam satu mushaf saja, baik hanya satu kata, satu huruf, bahkan satu titik akan dengan cepat diketahui oleh umat Islam. Mushaf itu langsung ditarik dari peredaran.

“Maka itu, Al-Qur’an selain terjaga dalam bentuk bacaan, juga terjaga dalam bentuk tulisan. Maka sempurnalah Al-Qur’an,” tutur UAH.

Hal itu berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya seperti Zabur, Taura, dan Injil. Bacaan dan tulisan kitab-kitab tersebut tidak terjaga. Tidak ada lagi orisinalitas di sana. Semua sudah disusupi dan diubah oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

“Beda dengan kitab-kitab sebelumnya. Bacaannya sudah tidak ada sampai dengan sekarang, dan tulisannya pun sudah tidak orisinil lagi. Ini menunjukkan ada mukjizat dalam Al-Qur’an, bacaan dan tulisan sama sama terjaga di sisi Allah,” ucap UAH.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)