LANGIT7.ID, Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Spanyol, Muhamamd Najib, menggambarkan, Ramadhan 2022 cukup menggembirakan. Dua tahun lalu corona masih mewabah, sehingga Ramadhan tidak bisa dirayakan di area publik. Ada pembatasan aktivitas di mana-mana.
“Dua puasa yang lalu praktis tidak ada yang mengadakan bukber (buka bersama), tapi bulan ini saya sudah tiga kali menghadiri buka puasa bersama,” kata Najib dalam bincang Ramadhan di kanal Wisma Duta RI Madrid, dikutip Rabu (20/4/2022).
Tahun ini, corona sudah menunjukkan penurunan kasus yang sangat signifikan. Najib menyebut beberapa bulan terakhir Omicron di Spanyol terus menurun. Tidak ada laporan meninggal dunia, atau datang ke rumah sakit. Jika terinfeksi, masyarakat cukup isolasi mandiri 3-4 hari.
Baca juga: Salah dan Mane, Jadi Mesin Gol Liverpool Meski BerpuasaNajib sudah tiga kali buka puasa bersama selama berdinas di Spanyol. Pertama, di rumah Duta Besar Saudi Arabia. Kedua, buka puasa di Mezquita de Madrid atau Madrid Central Mosque, masjid terbesar di Madrid. Ada sekitar 200 orang yang hadir dan mengadakan Tarawih berjamaah.
“Insya Allah, pekan depan, saya juga akan diundang untuk mengikuti buka puasa bersama di masjid yang lainnya, yang cukup besar juga di kota Madrid,” jelas Najib.
Suasana Ramadhan di Kota Madrid sudah mulai hidup kembali meski tidak seperti situasi normal sebelum pandemi. KBRI Madrid tahun ini belum mengadakan buka bersama di Mushala Assalam. Itu berdasarkan edaran Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Meski begitu, Najib tetap akan membuka pertemuan kecil sebagai ajang silaturahmi dengan tetap merujuk pada langkah-langkah pembatasan. Open house saat Hari Raya tidak diadakan, tapi bagi tamu tidak dilarang untuk datang.
Baca juga: Ramadhan di Inggris, Shalat Tarawih Tanpa Jarak Sosial“Tentunya harus mendaftar terlebih dahulu, sehingga dilakukan pengaturan-pengaturan yang ketat sesuai dengan prokes,” kata Najib.
Shalat Ied kemungkinan bisa dilakukan, tetapi dengan sangat terbatas mengikuti protokol kesehatan di Wisma Duta Madrid. Itu dilakukan untuk menghindari kemungkinan buruk, karena Covid-19 belum hilang 100 persen.
(jqf)