LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah terlambat datang ke masjid untuk melerai pertengkaran. Cerita ini menjadi hikmah bagi ummat Islam di masa sekarang.
Keterlambatan ini bukan karena lupa atau mementingkan urusan duniawi. Cerita ini mengandung hikmah bahwa seorang muslim harus mampu mengatur skala prioritas ibadahnya.
Dalam peristiwa ini, meskipun menyegerakan shalat jamaah adalah hal yang utama, tapi Rasulullah memilih menyelesaikan urusan umat Islam terlebih dahulu.
Dalam hadist diriwayatkan Bukhari dan Muslim, suatu hari Rasulullah mendapat kabar adanya pertengkaran di kalangan Bani Amr bin Auf. Beliau dan beberapa sahabat langsung menunju ke tempat kejadian perkara.
Setelah masalah tuntas Bani Amr mengajak Rasulullah menghadiri jamun makan. Saat itu waktu shalat telah tiba, tapi Bani Amr menahan Rasulullah sebelum makanan masuk ke perut Al Musthafa.
Di Masjid Nabawi, jamaah bingung karena Rasulullah tak kunjung hadir. Sahabat Nabi, Bilal pun mengadu pada Abu Bakar dan memintanya menjadi imam shalat.
"Bani Amr sedang menahan Rasulullah dalam jamuan makan, bagaimana kalau anda yang menjadi imam shalat?" pinta Bilal.
Abu Bakar mengiyakan permintaan Bilal menjadi imam shalat. Tak lama setelah Bilal mengumandangkan iqamah, Rasulullah datang dan segera bergabung dalam barisan jamaah.
Melihat wajah Nabi, Abu Bakar menjadi segan. Dia malu mengimami jamaah yang di dalamnya terdapat kekasih Allah. Akhirnya Rasulullah menjadi pemimpin shalat.
"Mengapa engkau tak mau meneruskan menjadi imam?" tanya Nabi pada Abu Bakar selepas shalat jamaah.
"Wahai Rasulullah, tidak pantas si Quhafah (Abu Bakar menyebut nama aslinya) menjadi imam bagi Nabi Muhammad," jawab Abu Bakar.
(bal)