LANGIT7.ID, Jakarta -
I'tikaf merupakan ibadah berdiam diri di masjid, memperbanyak shalat, dzikir, membaca Al-Quran dan berdoa. Namun ada beberapa hal yang dilarang saat i'tikaf.
Tujuan i'tikaf sendiri tidak lain memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di 10 malam terakhir
Ramadhan.
Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Sulsel, Shaifullah Rusmin, menyebutkan melakukan hal yang sia-sia yang tidak ada kaitannya dengan pendekatan diri kepada Allah bisa membatalkan i'tikaf.
"Seperti keluar (masjid) tanpa kepentingan yang mendesak, dan berhubungan suami-istri," ujarnya seperti dilansir laman MUI, Ahad (24/4/2022).
Baca Juga: 9 Peralatan Penting Dibawa di Masjid Saat IktikafSelain itu, berbicara yang tidak bermanfaat ketika sedang beri'tikaf juga dilarang untuk dilakukan. Seperti membahas persoalan dunia yang bahkan tidak ada kaitannya dengan ibadah.
"Main game di smartphone, atau menjalankan aplikasi yang tidak bermanfaat, juga termasuk hal yang sia-sia yang harus dihindari," katanya.
Selain dilarang, lanjut dia, kegiatan tersebut merupakan hal yang sia-sia. Bahkan, dapat menghalangi pencapaian tujuan seorang muslim melaksanakan i'tikaf.
Sebagai informasi, i'tikaf di masjid hukumnya sunnah muakkadah. Ibadah ini diyakini sangat efektif untuk taqarrub dan meraih Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.
Dari Aisyah RA berkata: “Nabi Muhammad SAW senantiasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan, sampai Allah SWT mewafatkan beliau. Sepeninggal beliau, istri-istri beliau juga melakukan i'tikaf.” (HR. Bukhari dan Muslim).
(bal)