LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang alumnus
Pesantren Gontor, Awaluddin Faj, kini mendirikan pesantren gratis untuk yatim. Pondok tersebut diberi nama Primago, jadi tempat pembekalan sebelum masuk Gontor.
Lulusan kampus
Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor tahun 2011 menyiapkan anak-anak untuk masuk ke sekolah atau lembaga pendidikan Gontor.
"Saya pengen adik-adik yang saya bimbing kalau di pertengahan jalan tidak mampu bayaran kita yang pertama bantu," kata Awaluddin Faj dikutip dari Youtube Tangan Langit, Ahad (24/4/2022).
Ide menggagas pesantren ini, kata dia, termotivasi pengalaman pribadinya sendiri. Dia mengatakan, banyak ujian yang harus ia hadapi saat mondok karena masalah keterbatasan ekonomi.
Baca Juga: Pesan Pimpinan Gontor untuk Penuntut Ilmu: Jangan Merasa Minder dan SuperAwalnya dia sempat ragu apakah dengan kondisi keuangan keluarga yang kekurangan bisa sekolah di Gontor. Namun pesan ibunya jadi motivasi baginya.
"Ibu hanya bisa mewarisi kamu ilmu, ibu tidak bisa mewarisi kamu harta jadi kamu belajar ke Gontor, itu pesan ibu saya yang menguatkan saya untuk belajar di Gontor," katanya.
Awaluddin bercerita fase terberat saat belajar di Gontor, yakni saat dia diminta pulang oleh pihak sekolah karena belum bayar SPP selama lima bulan.
Saat menemui orangtuanya, ibunya hanya menangis karena sudah tidak ada lagi harta yang dapat dijual untuk membayar biaya sekolah. Akhirnya dia kembali ke sekolah dengan pertanyaan apakah masih bisa melanjutkan sekolah di Gontor.
"Akhirnya waktu itu saya pamitan, teman-teman mohon maaf kayaknya saya mau pulang selamanya," ujarnya.
Namun setelah bercerita ke wali kelas, di hari terakhir sebelum ujian akhirnya dia dikabarkan dapat mengikuti ujian Gontor. Kisah inilah yang membuat dia ingin membantu calon santri Gontor.
"Bagi saya anak yatim itu luar biasa, dan mereka harus mendapatkan pendidkan yang sama dengan anak anak yang lain," tuturnya.
Setiap tahunnya ada sekitar delapan sampai sepuluh anak yatim yang mendapatkan program belajar gratis di Primago. Selain itu juga ada anak-anak dari orang tua lain yang menitipkan anaknya belajar di sana.
"Kalau adik-adik yatim yang belajar di Primago itu pasti semuanya gratis," tutup Awaluddin.
Pesantren Primago beralamat di Jl Tupai Raya Meruyung Limo Kota Depok. Saat ini Primago memiliki lima lokal putra, yaitu gedung Fananie, Gedung Sahal, Gedung Zarkasi, Al Azhar, dan Sanggit.
Sedangkan untuk gedung putri bertempat agak jauh yakni di daerah Cilodong Bogor.
(bal)