Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Jangan Keliru, Ini Kelompok yang Tidak Boleh Diberi Zakat

Muhajirin Kamis, 28 April 2022 - 05:00 WIB
Jangan Keliru, Ini Kelompok yang Tidak Boleh Diberi Zakat
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Fikih Kontemporer, KH Ahmad Zahro, menjelaskan, zakat merupakan kewajiban setiap umat Islam yang kaya raya. Zakat wajib dikeluarkan setiap tahun.

Namun, ada beberapa golongan yang tidak boleh diberi zakat. Kelompok pertama adalah orang tua dan mertua. Menurut KH Zahro, orang tua ataupun mertua tidak berhak menerima zakat, bahkan jika dia termasuk fakir miskin.

“Orang tua semiskin apapun tidak boleh diberi zakat, tapi harus diberi infak, bukan zakat. Orang tua itu menjadi kewajiban anak menafkahi jika orang tua miskin. Termasuk mertua. Mertua tidak boleh dizakati, tapi harus dinafkahi Jika dia fakir miskin,” kata KH Zahro di akun YouTube-nya, dikutip Rabu (27/4/2022).

Baca juga: Kapan Fidyah Harus Dibayar dan Bagaimana Tuntunannya?

Demikian pula sebaliknya. Orang tua atau mertua tidak boleh memberi zakat kepada anak. Sebab, jika sang anak fakir miskin, maka kewajiban orang tua adalah menafkahi, bukan menzakati.

“Sekali lagi, zakat tidak boleh kepada orang tua atau kepada anak. Karena zakat itu ada kaplingnya sendiri, seperti fakir miskin kecuali orang tua,” ucap KH Zahro.

Zakat juga tidak boleh diberikan kepada nonmuslim. Alasanya, zakat merupakan syariat Islam, dan hanya berlaku bagi umat Islam saja. Termasuk dalam hal ini zakat fitrah, tidak boleh diberikan kepada nonmuslim.

“Apakah anak nonmuslim yang fakir boleh dikasih zakat fitrah? Tidak. Zakat itu rukun Islam, maka hanya orang Islam yang boleh diberi, atau muallaf. Kalau akan muallaf, ya belum,” ucap KH Zahro.

Sistem Lingkaran Zakat

KH Zahro menjelaskan, berbeda jika zakat ditujukan kepada saudara kandung yang fakir miskin. “Itu lebih afdhal,” katanya. Jika hidup dalam lingkungan yang terdapat banyak orang miskin, maka orang pertama yang berhak mendapatkan zakat adalah saudara kandung.

“Mengapa? Itulah Islam. Islam lingkarannya dari dalam, kalau sudah saudara kandung, baru tetangga yang dekat, baru yang jauh. Andaikata diberikan langsung,” kata KH Zahro.

Baca juga: Makna Membersihkan dan Mensucikan Harta dalam Zakat

Akan tetapi, zakat memang lebih baik diserahkan kepada amil zakat. Di Indonesia sudah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Lembaga-lembaga itu mendapat amanah dari pemerintah untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat masyarakat muslim Indonesia.

“Zakat itu bukan membantu, karena kita berkewajiban memberi. Kalau membantu itu sedekah, hibah, atau wakaf. Zakat itu kita yang butuh atau berkewajiban mengeluarkan zakat,” ucap KH Zahro.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)