LANGIT7.ID - , Jakarta - Sudah menjadi tradisi umat muslim di Indonesia melakukan mudik ke kampung halaman jelang Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha.
Umumnya orang yang melakukan mudik bertujuan untuk melepas rindu serta bersilaturahmi dengan keluarga dekat maupun keluarga jauh.
Para perantau ini biasanya berasal dari kota yang rela bermacet-macetan demi bertemu sanak saudara di desa. Namun, ada hal atau sikap yang sebaiknya tidak dilakukan saat di kampung halaman, yaitu:
Baca juga: Fenomena Bukber Jadi Ajang Pamer, Ini kata Rhenald KasaliPamerKetika mudik, Anda harus ingat tujuan utama adalah bersilaturahmi bersama orang-orang terdekat yang telah lama tidak ditemui. Bukan sebagai ajang pamer barang-barang mahal ataupun kesuksesan yang Anda alami di kota.
Sikap pamer ini bisa mengundang kecemburuan dan iri hati bagi masyarakat sekitar. Karena itu, sebaiknya hindari bersikap pamer saat kembali ke kampung halaman.
Daripada berbuat demikian, alangkah baiknya saat di kampung Anda melakukan hal-hal positif seperti bersenda gurau atau sekedar bercerita tetang kabar dan lainnya.
Dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa riya atau pamer adalah hal yang tidak disukai dan termasuk dalam perbuatan syirik kecil.
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ . قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ : الرِّيَاءُ
Artinya: “Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik ashghar (syirik terkecil).” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik terkecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu riya’ (pamer).” (HR ahmad)
SombongSombong merupakan sifat meninggikan diri sendiri serta merendahkan orang lain. Terkadang orang yang telah lama tinggal di kota kemudian kembali ke desa, mereka akan bersikap sombong.
Baca juga: Ini Sifat Tawadhu Rasulullah yang Patut DiteladaniKarena menganggap mereka adalah manusia paling modern, pintar serta memiliki uang lebih daripada orang di desa. Lagipula, sombong merupakan perilaku yang dilarang agama.
Karena itu Rasulullah melarang umatnya untuk berlaku sombong.
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Artinya:“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Alloh itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim).
BorosSaat mudik, potensi boros tentu ada. Karena memang Anda membutuhkan banyak uang entah di perjalanan ataupun saat dikampung. Apalagi saat Lebaran dengan membagi-bagi angpao sudah menjadi tradisi.
Meskipun begitu, Anda harus pandai dalam mengatur uang agar tidak terlalu boros. Ingat, usai lebaran Anda juga masih harus kembali dan itu juga membutuhkan uang.
Baca juga: Cek 3 Hal Penting Ini dalam Kelola Keuangan, Dijamin AntiborosAllah SWT melarang bersikap berlebih atau boros melalui firmannya dalam surat Al-Isra ayat 27:
إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا
"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.
(est)