LANGIT7.ID, Kudus - Manusia sejak diciptakan oleh Allah SWT telah digariskan kapan tanggal kelahirannya, seberapa banyak rezekinya di dunia, dan juga kapan waktunya ketika ajal menjemput.
Apa yang dilakukan selama menjalani kehidupan, baik dan buruk, sudah terekam di Lauhul Mahfud.
Hal itu disampaikan oleh KH Ahmad Muwafiq di pengajian umum Masjid Menara Al Aqsa Kudus, yang ditayangkan di kanal Youtube Official Masjid Menara, pada Jumat (29/4/2022).
Sosok yang sudah melihat Lauhul Mahfudz itu sendiri adalah baginda Rasulullah SAW.
Baca juga: Bisa Dapat Lailatul Qadar dengan Ibadah di Rumah? Ini Penjelasan Buya Yahya“Nabi Muhammad naik ke langit, ditunjukkan
hardisk besar. Isinya program dunia,
godong tibo kapan (meninggal), lahir kapan, matinya kapan. Dunia yang maju sekarang, seperti gambaran Lauhil Mahfudz,” kata KH Ahmad Muwafiq.
Keberadaan Lauhul Mahfudz, sudah tidak perlu diragukan lagi karena juga disebut oleh agama lainnya. Umat Kristen menyebut tabut Sulaiman, sedangkan orang Yunani mengatakan kotak pandora.
“Semua agama mengajarkan, Islam juga mengajari. Dunia itu punya
hardisk besar, yang kamu semua nanti datamu di sana,” jelasnya.
Lebih jauh dijelaskan, manusia sebelum lahir ke dunia, akan diberi ruh terlebih dahulu, baru di-
register di Lauhul Mahfudz. Ada percakapan antara Allah SWT dan ruh tersebut sebelum ditiupkan ke jasad manusia di alam kandungan.
“
Arrastu Birobbikum,” yang artinya :
siro (kamu) lupa tidak kalau aku ini pangeran kamu,”
Nyawa itu kemudian menjawab,
”Qoollu balla syahidna”. Artinya: Saya jadi saksi kalau jenengan (Allah) itu pangeran saya,” ceritanya.
Setelah di-
register ruh dikirim ke jasad tadi. Jadi segumpal darah, segumpal daging, sembilan bulan baru lahir setelah di-
assembling nutfah dunia, dari zat hidup dari semua makanan. Proses ini orang luar negeri menyebutnya animisme dinamisme.
Nyawa itu yang akan merekam kehidupan manusia. Gunung, dan angkasa ini bisa menembus dunia, tapi jika terkena atmosfir bumi ajur. Sementara nyawa ini bisa menembus langit ke- 7, alias nyawa tidak bakal hancur. Hanya tinggal rekaman dari nyawa itu kelak di hari kiamat akan diambil.
Baca juga: Panduan Shalat Idul Fitri Lengkap Menurut Sunnah Rasulullah“Rekamannya tanganmu kenapa saja, direkam keluar rekamannya.
Sesuk lakone uripmu diputar, ketok kabeh. Hidup itu jangan sampai rekaman jelek, ayo merekam
sing apik, sembahyang, rekaman
apik. Nyolong pitik, rekaman jelek,” ucap mantan asisten pribadi Gus Dur ini.
“Sebulan ini diminta puasa, supaya hidup (mencatatkan) rekaman baik. Manusia, dari
nutfah dunia, lama-lama akan mati dan busuk. Dunia tambah parah, kalau nafsunya besar, “ ujarnya.
Gus Muwafiq meminta agar manusia ini terhubung dengan Lauhul Mahfudz, biar hatinya ini bisa
ngganduli Alquran. Di Lauhul Mahfud, banyak
file Alquran,
file shalat, dan dengan mudah saja tinggal
download lewat handphone.
(sof)