LANGIT7.ID - Umat Islam dianjurkan melepas Ramadhan dengan takbir. Hal tersebut diungkapkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS Al-Baqarah: 185).
Takbir yang dikumandangkan pada malam 1 Syawal adalah takbir
mursal, yakni takbir yang bisa dibaca kapan saja dan tidak harus mengikuti shalat
fardhu. Ada pula takbir
muqayyad yang biasa dibaca seusai shalat fardhu.
Syaikh Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir Munir mengatakan, ayat di atas merupakan dalil syariat takbir pada hari raya Idul Fitri. Mayoritas ulama berpendapat, takbir boleh dilakukan di rumah-rumah, masjid-masid, pasar, jalanan mulai pagi hari hingga sesaat sebelum shalat Idul Fitri dengan suara keras. Disunnahkan pula dilakukan secara berjamaah.
Menggemakan takbir pada malam hari raya Idul Fitri termasuk bagian dari sunnah Nabi SAW. "Barangsiapa yang menghidupkan malam Idul Fitri dan malam Idul Adha dengan mengharap pahala, maka hatinya tidak akan mati ketika semua hati mati." (HR Thabrani).
Baca Juga: Takbir Keliling Jelang Lebaran, Bagaimana Hukumnya?
Takbir dianjurkan dibaca dengan suara keras, karena takbir bagian dari syiar-syiar Allah Ta'ala. "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." (QS Al-Hajj: 32). Jadi, ada korelasi antara puasa, takwa, dan takbir.
Bacaan Takbir Hari Raya Idul Fitri
1. Bacaan Takbir Pendekاَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ
"Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd"
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala puji dan puji."
2. Bacaan Takbir Lengkap
اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً
لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَلاَنَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْن
لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلاَحْزَابَ وَحْدَهُ
لآَاِلهَ اَلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,...wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.
Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahuMukhlishiina lahuddiinWalau karihal - kaafiruunWalau karihal munafiqunWalau karihal musyriku
Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah.
Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar.Allaahu akbar walillaahil - hamd.
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala puja dan puji.
Allah Maha Besar dan pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya, bertasbih kepada Allah setiap pagi dan petang. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan ikhlas menjalankan agama walaupun orang-orang kafir membenci.
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. benar janji-Nya, dan menolong hamba-Nya, juga laskar-Nya dan menghancurkan musuh-Nya dengan dirinya semata. Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah semata segala puja dan puji."
(jqf)