Gema takbir Idul Fitri sering kali terjebak dalam model koor berjamaah yang bersifat teatrikal. Para ulama mengingatkan pentingnya mengembalikan takbir sebagai zikir pribadi demi menjaga kemurnian ibadah dari perkara baru.
Mengeraskan takbir dalam perjalanan menuju shalat Id bukan sekadar tradisi, melainkan syiar untuk mengagungkan kebesaran Tuhan. Ritual ini menandai kemenangan spiritual setelah sebulan penuh berpuasa.
Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan panduan khusus terkait pelaksanaan malam takbiran apabila bertepatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali pada Idulfitri 1447 Hijriah.
Sejumlah persiapan menjelang Idul Fitri telah dilaporkan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada Presiden Prabowo Subianto. Termasuk diantaranya soal pengaturan pelaksanaan takbiran yang berdekatan dengan peringatan Hari Nyepi di Bali.
Malam takbiran menjadi momen istimewa bagi umat Islam menjelang Idul Fitri. Gema takbir yang berkumandang dari masjid menandai kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Sebelum perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1444 H yang jatuh pada Jumat, 21 April 2023 M, umat Muslim akan merayakan malam takbiran. Malam takbiran merupakan fenomena budaya yang sudah menjadi tradisi
Terkhusus untuk Idul Fitri, bertakbir hanya sampai turunnya khatib. Sementara, Idul Adha berlangsung sampai tiga hari setelahnya yakni tanggal 10, hingga 13.
Mayoritas ulama berpendapat, takbir boleh dilakukan di rumah-rumah, masjid-masid, pasar, jalanan mulai pagi hari hingga sesaat sebelum shalat Idul Fitri dengan suara keras. Disunnahkan pula dilakukan secara berjamaah.
Sebagai malam kemenangan, banyak hal atau aktivitas bermanfaat yang dapat dilakukan tanpa menyia-nyiakan waktu, tenaga, dan materi untuk kegiatan yang kurang bermanfaat.
Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar mengatakan, penyelenggaraan Shalat Id di Masjid Istiqlal berlangsung dalam suasana tingkat kenegaraan. Sejumlah pejabat dan tamu negara akan mengikuti shalat Id.
Pasangan suami istri dibolehkan kembali berhubungan saat malam takbiran dan hari raya Idul Fitri. Sebab momentum tersebut menjadi hari untuk bersenang-senang.