LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sebelum perayaan
Idul Fitri 1 Syawal 1444 H yang jatuh pada Jumat, 21 April 2023 M, umat Muslim akan merayakan malam takbiran. Malam takbiran merupakan fenomena budaya yang sudah menjadi tradisi sebelum perayaan Idul Fitri. Namun, takbiran Idul Fitri sejatinya tidak hanya sekadar budaya, melainkan juga amalan
masyru’ atau disyariatkan agama.
Tidak ada ketentuan pasti kapan takbir dimulai, namun yang dipedomani adalah anjuran memperbanyak takbir. Waktu takbir dapat dilakukan kapan saja yang memungkinkan asal masih di dalam batas waktu yang diperintahkan. Untuk Idul Fitri, waktu takbir dimulai dari terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadan sampai salat Id ditegakkan.
Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Umar ra, pada pagi hari Idul Fitri, umat muslim sebaiknya memperbanyak takbir dengan mengeraskan suara. Tuntunan takbir yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw adalah dua kali takbir, yaitu Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.
Baca juga:
Begini Tata Cara Khutbah Idul Fitri, Tak Seperti Khutbah JumatDiriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa ketika dia pergi ke tanah terbuka pada pagi hari Idul Fitri, dia membaca takbir dengan keras. Dalam riwayat lain (diceritakan):
Ketika dia pergi ke tempat shalat pada hari Idul Fitri ketika matahari terbit, dia mengucapkan takbir sampai dia mencapai tempat shalat pada hari Idul Fitri, kemudian di tempat itu. selesai sholat dia mengucapkan takbir lagi, sampai ketika imam telah duduk, dia berhenti takbir (HR asy-Syafi'i dalam al-Musnad, I:153, hadits no. 444 dan 445)
Adapun tuntunan takbir yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW adalah dua kali takbir, sebagai berikut:
Bacalah takbir ini menurut hadits shahih: Diriwayatkan oleh Salman, dia berkata:
bertakbirlah dengan Allaahu akbar, Allaahu akbar kabiiraa. Dan diriwayatkan dari 'Umar dan Ibnu Mas'ud:
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu Akbar wa lillaahil-hamd. (HR Abdul Razzaaq, dengan sanad shahih)
Sebagai amalan yang telah disyariatkan, sebaiknya seluruh anggota keluarga mengumandangkan takbir. Takbir tidak harus dilakukan di masjid, di dalam rumah pun dapat dilakukan. Dengan mengumandangkan takbir, umat muslim dapat memperkuat iman dan merayakan keberhasilan menyelesaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.
(ori)