LANGIT7.ID, Jakarta - Denmark dikabarkan menjadi negara pertama yang menghentikan program vaksinasi Covid-19 karena kondisi pandemi dianggap sudah terkendali.
Hal ini diakui oleh Otoritas Kesehatan Denmark. Menurut mereka, cakupan vaksin pada populasi masyarakat Denmark sudah terbilang tinggi. Oleh karena itu, pandemi sudah berbalik menjadi epidemi.
"Sebab itu, Dewan Kesehatan Nasional sekarang mengakhiri upaya vaksinasi luas terhadap Covid-19 untuk musim ini," tulis pernyataan itu, dikutip Langit7.id dari CNBC Internasional, Senin (2/4/2022).
Baca juga: Kemenkes Jadikan Sinovac sebagai Vaksin BoosterNantinya, masyarakat Denmark tidak lagi mendapat undangan pemerintah untuk melakukan vaksin mulai 15 Mei 2022. Kendati demikian, Manajer Unit Dewan Kesehatan Nasional Denmark, Bolette Soborg mengatakan, semua orang yang belum melengkapi vaksin kedua dan booster masih dapat menyelesaikan vaksinasi mereka di luar tanggal tersebut.
“Masyarakat masih dapat divaksinasi dan tempat vaksinasi juga masih akan tetap buka di seluruh negeri,” tuturnya. Hal ini dilakukan karena vaksinasi masih direkomendasikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi terkena Covid, seperti mereka lansia dan wanita hamil.
Di samping itu, Otoritas Kesehatan dan Obat-obatan Denmark juga akan terus mengikuti perkembangan epidemi untuk memulai kembali upaya vaksinasi lagi jika ada kebutuhan mengimunisasi kelompok sasaran tambahan sebelum musim gugur.
Baca Juga: MA Kabulkan Gugatan YKMI, Pemerintah Wajib Sediakan Vaksin HalalSebagai informasi, vaksinasi Covid-19 di Denmark sudah dimulai sejak akhir 2020. Tercatat, kini sudah 4,8 juta warga divaksinasi. 3,6 juta di antaranya telah menerima suntikan
booster.
(sof)