LANGIT7.ID, Bandung - Santri dan para orangtua di Pondok Pesantren Peradaban, Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, menikmati santapan lezat yang dimasak tim Humanity Food Bus dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan peluncuran pertama pondok pesantren tersebut.
Pondok Pesantren Peradaban dari Global Wakaf–ACT telah menyelesaikan pembangunannya pada Juli ini. Sekolah tersebut hadir untuk membantu anak-anak di sekitar desa memperoleh pendidikan yang layak.
Memeriahkan peluncuran Pesantren Peradaban, ACT menghadirkan Humanity Food Bus. Dengan ada tim tersebut para santri dan orangtua dapat menyantap makanan yang dimasak di dapur canggih bus tersebut.
"Ini merupakan momen pertama kehadiran para santri di Pesantren Peradaban untuk memulai pendidikan mereka. Oleh karena itu, untuk menyambut mereka, kita sajikan makanan terbaik yang lezat dan bergizi," kata Sutaryo, koordinator Humanity Food Bus pada peluncuran Pesantren Peradaban.
Setidaknya 800 boks makanan dibagikan dalam peluncuran Pesantren Peradaban. "Kemudian juga ada prasmanan VIP untuk makan di sana. Menunya beragam, dan tentunya sangat enak dan lezat. Dari mulai berbagai jenis olahan daging hingga sayur-sayuran tersaji. Para santri dan orang tua yang hadir sangat lahap saat menyantapnya," ujarnya.
Untuk diketahui, Pesantren Peradaban memulai pembangunannya pada Juni 2020 lalu. Tidak hanya berguna untuk para peserta didik, pembangunan sekolah ini juga diharapkan akan banyak menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat. Puluhan pekerja setidaknya telah ikut andil dalam pembangunan sekolah buah hasil kebaikan Sahabat Dermawan ini.
Selain sebagai sarana pendidikan, Pesantren Peradaban juga dilengkapi dengan asrama khusus putra dan putri. Para santri juga tidak akan dikenakan biaya selama menempuh pendidikan di Pesantren Peradaban.
(bal)