LANGIT7, Jakarta - Twitter dirumorkan bakal jadi platform berbayar di bawah kepemimpinan Elon Musk. Bos SpaceX dan Tesla itu pun lantas memberikan klarifikasi atas kegelisahan sebagian besar pengguna Twitter.
Sebelumnya, secara mengejutkan Elon Musk membeli Twitter senilai 44 miliar dolar Amerika Serikat. Elon memiliki banyak rencana untuk Twitter di antaranya memberantas akun
boot atau spam, serta mengenakan biaya berlangganan.
Baca Juga: Apa Alasan Elon Musk Membeli Twitter?Namun, dalam kicauan terbarunya dia menjamin Twitter akan selalu gratis bagi pengguna biasa. Beda halnya dengan pengguna komersial atau pemerintah. Kelak akan dikenakan biaya tertentu.
"Twitter akan selalu gratis untuk pengguna biasa, tetapi mungkin akan ada sedikit biaya untuk pengguna komersial/pemerintah," tulis Elon dalam akun @elonmusk, dikutip Kamis (5/5/2022).
Elon memiliki pemikiran unik tentang ide platform berbayar. Menurutnya kejatuhan Freemasons akibat mereka memberikan layanan secara gratis.
Baca Juga: Jadi Raja Cuit, Elon Musk Beli Saham Twitter US$44 MiliarSebelumnya, Elon Musk juga ingin membuat fitur pesan langsung atau
dirrect message (DM) jadi lebih aman. Menurutnya DM twitter harus dilindungi dengan fitur
end-to end agar lebih aman seperti pesan lewat aplikasi kirim pesan.
"DM Twitter seharusnya memiliki enkripsi
end to end seperti Sigal, sehingga tidak ada yang bisa memata-matai atau meretas pesan kalian," ucapnya.
Baca Juga:
Presiden Turki Jajaki Potensi Kerja Sama dengan Elon Musk
Bagaimana Hukum Menjawab Salam di Medsos?
Kenalan dengan Ustadz Wildan Hasan, Berdakwah Memanfaatkan Medsos(asf)