LANGIT7.ID - , Jakarta - Tiga kasus kematian anak diduga hepatitis akut di Jakarta dan 114 kasus di Jawa Timur membuat Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan wabah penyakit menular ini.
Kasus hepatitis akut misterius ini mulai menyebar di beberapa negara seperti Amerika dan Eropa. Organisasi kesehatan dunia (WHO) pun menetapkan kasus ini sebagai kejadian luar biasa (KLB) dengan ditemukannya 170 kasus di seluruh dunia.
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah segera melakukan langkah antisipasi cepat dengan telah ditemukannya kasus hepatitis akut misterius ini di Indonesia.
Baca juga: Ini Gejala Awal dan Pencegahan Hepatitis Akut MisteriusKurniasih meminta meskipun temuan kasus ini masih sedikit di Indonesia, namun langkah antisipasi perlu dilakukan segera meskipun saat ini masih masa libur Lebaran.
"Antisipasi dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait munculnya Hepatitis Akut ini dan perlunya upaya pencegahan melalui pola hidup sehat," kata Kurniasih dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (7/5/2022).
Ia menambahkan, berbagai upaya perlu dilakukan seperti memperkuat promotif, preventif dan kuratif. Salah satunya masyarakat perlu diingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat.
"Selalu mencuci tangan dengan bersih terutama sebelum makan, mengonsumsi makanan yang sudah dimasak dengan matang, minum air yang sudah dimasak dan tidak bertukar alat makan saat makan bersama," tambahnya.
"Intinya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang sejatinya sudah mulai rutin kita lakukan sejak awal Pandemi Covid-19," papar Kurniasih.
Euforia liburan dan pertemuan keluarga dalam rangka Idul Fitri dikhawatirkan menjadi titik rawan penyebaran virus penyebab hepatitis yang masih misterius jenisnya ini.
Pemerintah diminta agar mengimbau masyarakat untuk waspada dan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk pencegahan penularannya.
Baca juga: Mengenal Adenovirus, Terduga Penyebab Hepatitis Misterius"Kementerian Kesehatan harus mulai membuat dan menerapkan tata laksana dalam memantau kasus suspect Hepatitis akut bisa berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para ahli. Tata laksana dari tindakan promotif hingga kuratif rehabilitatif sehingga penanganannya menyeluruh," kata Kurniasih.
Kurniasih yang berasal dari Dapil DKI Jakarta 2 ini juga meminta pemerintah melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan ruang-ruang perawatan anak khususnya dengan fasilitas NICU.
Jika perlu segera ditetapkan rumah sakit rujukan untuk penanganan jenis hepatitis ini sehingga ketika ditemukan kasus, segera diarahkan di rumah sakit yang sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk penanganannya
"Standar ruang perawatan juga sebaiknya diatur dalam tata laksana yang sudah disiapkan. Mulai disosialisasikan ke seluruh rumah sakit atau yang menjadi rujukan. Sampaikan sistem penanganannya sampai Puskesmas karena mereka Faskes paling terdepan. Jangan terlambat dan gagap lagi. Adanya perkembangan terkait penyakit ini bisa, tata laksana bisa dievakuasi dan revisi kemudian menyesuaikan perkembangan," papar Kurniasih.
Baca juga: Kasus Hepatitis Akut Misterius Meningkat, Waspada Gejala Ini pada Anak(est)