Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 04 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Cara Bikin Produk Dagangan Laris, Ini Kata Kang Dewa

mahmuda attar hussein Kamis, 12 Mei 2022 - 17:55 WIB
Cara Bikin Produk Dagangan Laris, Ini Kata Kang Dewa
Produk dagangan laris manis. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap produk usaha yang dijual memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Hal itu menyebabkan tidak semua barang dagangan bisa laris manis.

Lantas bagaimana solusi mengatasi permasalahan dalam bisnis ini? Berikut solusi terkait masalah produk laris manis ala motivator sekaligus pelaku bisnis, Dewa Eka Prayoga, dikutip dari kanal YouTubenya.

Baca Juga: 5 Tips Jualan Baju Lebaran, Cepat Laris sebelum Malam Takbiran

1. Kriteria produk

Muslim yang akrab disapa Kang Dewa ini menjelaskan, karakteristik perlu ada dalam bisnis. Sebab, hal inilah yang terkadang membuat sebuah produk tetap menjadi pilihan di tengah persaingan yang ketat.

"Jadi punya ciri khas masing-masing, inilah yang akan menghadirkan loyal customer dan repeat order terhadap sebuah produk," katanya.

2. Penuhi kebutuhan pasar

Produk yang bisa menyelesaikan masalah adalah produk yang bisa memenuhi kebutuhan pasar. Jadi, Sahabat jangan keliru dengan menjajakan sebuah produk tanpa tahu kebutuhan pasar.

"Misalkan fesyen, di mana ada orang yang ingin pakai baju hijab tapi gak norak, maka keluarlah brand tertentu itu untuk menjawab kebutuhan pasar," jelasnya.

Menurutnya produk yang tidak berusaha untuk menjawab kebutuhan pasar, hanyalah dibuat berdasarkan ego belaka. Sehingga, produk ini biasanya akan sulit terjual.

"Maka hati-hati dengan idealisme, sebetulnya tidak apa memiliki idealisme tapi juga harus melihat kebutuhan pasarnya," ujarnya.

3. Retensi tinggi

Retensi tinggi artinya suatu produk mendapat repeat order yang tinggi. Untuk itu, agar sebuah produk bisa laris manis, Sahabat perlu menentukan bisnis yang memiliki retensi tinggi.

"Jadi jangan pilih bisnis perabot rumah tangga misalnya. Kasur itu orang akan beli dalam waktu lama. Beda dengan bisnis kosmetik seperti bedak, lipstik, skincare dan lainnya, yang ketika habis orang akan kembali mencari lagi," jelasnya.

Muslim yang dijuluki Dewa Selling ini juga menyebutkan, untuk produk laris manis tidak bisa hanya mendapatkan sedikit order lantas closing. Pebisnis harus bisa mempengaruhi pembeli sampai mereka melakukan repeat order.

4. Pastikan pasar besar

Hal ini hanya bisa dilakukan melalui riset pasar, dengan melihat data di internet. Jika Sahabat sudah mendapati peluang bisnis yang akan digarap memiliki pasar yang besar, maka ada baiknya serius untuk menggarap bisnis tersebut dan mengembangkannya.

Dia mengajak, agar pelaku bisnis bisa menentukan produk yang sekiranya bisa mendapatkan pasar terbesar di Indonesia. Sehingga, bisnis yang dijalankan bisa tetap konsisten dan tidak selalu melakukan shifting product.

"Ingat jangan pernah bikin produk yang tidak mengandung karakteristik. Jangan bikin produk berdasarkan ego, jangan sampai costumer hanya numpang lewat, apalagi bisnis berada di pasar yang kecil," katanya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 04 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)