LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap
produk usaha yang dijual memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Hal itu menyebabkan tidak semua barang dagangan bisa laris manis.
Lantas bagaimana solusi mengatasi permasalahan dalam bisnis ini? Berikut solusi terkait masalah
produk laris manis ala motivator sekaligus pelaku bisnis, Dewa Eka Prayoga, dikutip dari kanal YouTubenya.
Baca Juga: 5 Tips Jualan Baju Lebaran, Cepat Laris sebelum Malam Takbiran1. Kriteria produkMuslim yang akrab disapa Kang Dewa ini menjelaskan, karakteristik perlu ada dalam bisnis. Sebab, hal inilah yang terkadang membuat sebuah produk tetap menjadi pilihan di tengah persaingan yang ketat.
"Jadi punya ciri khas masing-masing, inilah yang akan menghadirkan loyal customer dan repeat order terhadap sebuah produk," katanya.
2. Penuhi kebutuhan pasarProduk yang bisa menyelesaikan masalah adalah produk yang bisa memenuhi kebutuhan pasar. Jadi, Sahabat jangan keliru dengan menjajakan sebuah produk tanpa tahu kebutuhan pasar.
"Misalkan fesyen, di mana ada orang yang ingin pakai baju hijab tapi gak norak, maka keluarlah brand tertentu itu untuk menjawab kebutuhan pasar," jelasnya.
Menurutnya produk yang tidak berusaha untuk menjawab kebutuhan pasar, hanyalah dibuat berdasarkan ego belaka. Sehingga, produk ini biasanya akan sulit terjual.
"Maka hati-hati dengan idealisme, sebetulnya tidak apa memiliki idealisme tapi juga harus melihat kebutuhan pasarnya," ujarnya.
3. Retensi tinggiRetensi tinggi artinya suatu produk mendapat repeat order yang tinggi. Untuk itu, agar sebuah produk bisa laris manis, Sahabat perlu menentukan bisnis yang memiliki retensi tinggi.
"Jadi jangan pilih bisnis perabot rumah tangga misalnya. Kasur itu orang akan beli dalam waktu lama. Beda dengan bisnis kosmetik seperti bedak, lipstik, skincare dan lainnya, yang ketika habis orang akan kembali mencari lagi," jelasnya.
Muslim yang dijuluki Dewa Selling ini juga menyebutkan, untuk produk laris manis tidak bisa hanya mendapatkan sedikit order lantas closing. Pebisnis harus bisa mempengaruhi pembeli sampai mereka melakukan repeat order.
4. Pastikan pasar besarHal ini hanya bisa dilakukan melalui riset pasar, dengan melihat data di internet. Jika Sahabat sudah mendapati peluang bisnis yang akan digarap memiliki pasar yang besar, maka ada baiknya serius untuk menggarap bisnis tersebut dan mengembangkannya.
Dia mengajak, agar pelaku bisnis bisa menentukan produk yang sekiranya bisa mendapatkan pasar terbesar di Indonesia. Sehingga, bisnis yang dijalankan bisa tetap konsisten dan tidak selalu melakukan shifting product.
"Ingat jangan pernah bikin produk yang tidak mengandung karakteristik. Jangan bikin produk berdasarkan ego, jangan sampai costumer hanya numpang lewat, apalagi bisnis berada di pasar yang kecil," katanya.
(bal)