LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung kebangkitan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja melalui sektor parekraf di Sulawesi Tenggara.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan bahwa Sulawesi Tenggara dikenal dengan ragam daya tarik wisata alam yang melimpah, salah satunya wisata alam bahari yang terletak di Wakatobi.
"Tentunya Sulawesi Tenggara juga kaya akan wisata sejarah dan juga ekonomi kreatif. Kita tentu akan support," kata Sandiaga dalam keterangannya dikutip Ahad (15/5/2022).
Baca juga: Wisata Halal Tak Batasi Gerak-Gerik Wisatawan AsingMenurutnya, Kemenparekraf menyiapkan dukungan antara lain dukungan penyelenggaraan event di Sulawesi Tenggara yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022, yaitu Festival Tangkeno Kabupaten Bombana, Festival Kaghati Kabupaten Muna, serta Wakatobi Wonderful Festival dan Expo (WAFE) di Kabupaten Wakatobi.
"Di Sulawesi Tenggara juga ada dua desa wisata yang masuk dalam 50 besar ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) 2022, Desa Wisata Limbo Wolio di Kota Baubau, dan Desa Wisata Air Terjun Moramo Sumbersari di Kabupaten Konawe Selatan. Kemenparekraf juga rencananya akan memberikan dukungan pada penyelenggaraan Festival Labengki di Konawe Utara," jelasnya.
Sandiaga mengungkapkan agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dapat memaksimalkan Ddana Alokasi Khusus (DAK) yang telah disiapkan pemerintah dalam upaya pengembangan pariwisata.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan event Tapak Tilas pahlawan nasional asal Sultra yaitu Oputa Yi KOO atau Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi sebagai salah satu event yang akan dilaksanakan dalam rangkaian peringata HUT Sultra ke-58.
Baca Juga: Transformasi Pariwisata jadi Isu Utama untuk Forum Tourism Working Group "Kita harapkan sekali akan kedatangan Pak Menteri di acara nanti," kata Ali Mazi dikutip Ahad (15/5/2022).
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Belli Hari Tombili menjelaskan bahwa Oputa Yi Koo seorang pahlawan asal Sulawesi Tenggara yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2019.
"Penyelenggaraan event ini salah satu tujuannya adalah untuk memperkenalkan lebih jauh perjuangan Oputa Yi Koo kepada generasi muda. Oputa Yi Koo adalah Sultan Buton yang ke-20 (1752-1755) dan ke-23 (1760-1763) dengan gelar Kesultanan Himayatuddin Muhammad Saydi," terang Belli.
Menurutnya, di acara tapak tilas nanti juga akan disusuri jejak dari perjuangan Oputa Yi Koo yang bergerilya sekitar 56 kilometer mulai dari Kabupaten Buton hingga ke Puncakk Gunung Siopantina, dan tapak tilas tersebut akan berlangsung selama dua hari.
Selain itu, Belli juga menjelaskan terkait pengembangan desa wisata, di tahun ini pihaknya akan mengembangkan sekitar 18 desa wisata di Sulawesi Utara, sebelumnya ke-18 desa wisata itu masuk ke dalam 500 besar ADWI 2022.
"Kami juga mengambil kebijakan untuk penyelenggaraan kegiatan seperti pelatihan untuk diadakan di desa wisata. Seperti rakor pengembangan desa wisata Sultra beberapa waktu lalu yang kami adakan di salah satu desa wisata di Kabupaten Buton," kata Belli.
Dia mengungkapkan perputaran uang untuk skala Kabupaten sudah cukup besar, sehingga pihaknya akan berupaya mengambil kebijakan melalui berbagai kegiatan guna mendorong pertumbuhan parekraf pada tahun depan.
"Bayangkan orang datang di sana menginap di homestay, makan di sana, pelajari kultur, kemudian industri kreatif, oleh-oleh, semuanya hidup. Makanya ke depan kita ambil kebijakan kegiatan seperti pelatihan, workshop, seminar, kita arahkan digelar di desa wisata. Masyarakat di Sulawesi Tenggara sekarang demam desa wisata," ungkap Belli.
(sof)