LANGIT7.ID, Jakarta - Vaksinasi covid-19 dosis lengkap menjadi syarat jamaah yang akan berangkat haji.
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan Budi Sylvana menyatakan bahwa Kemenkes mencatat baru ada sekitar 76 persen calon jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini, dan sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.
“Per hari ini baru 76 persen yang sudah dosis lengkap. Artinya, baru 76 persen jemaah yang bisa berangkat ke tanah suci,” ungkap Budi dikutip Rabu (18/5/2022).
Baca juga: Yusril: Pencekalan UAS Bisa Ganggu Hubungan Melayu-Islam di ASEANBudi meminta semua pihak terutama petugas kesehatan untuk meyakinkan para jemaah haji untuk segera mau melakukan vaksinasi lengkap.
Dia mengimbau agar jamaah bisa segera melengkapi vaksinasi dosis lengkap sesuai yang sudah disyaratkan.
Dalam kesempatan yang berbeda, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa untuk melayani para jemaah haji mulai dari keberangkatan hingga kepulangan kembali ke tanah air, pemerintah telah menyiapkan skema penyelenggaraan ibadah haji 1443 Hijriah/2022 Masehi.
“Terkait dengan persiapan penyelenggaraan ibadah haji intinya bahwa pemerintah sudah siap melayani jemaah haji mulai dari berangkat sampai pulang kembali nanti di tanah air. Kita sudah siapkan skema dari A sampai Z,” ujar Menang Yaqut dikutip Rabu (18/5/2022).
Menurut Yaqut, protokol kesehatan menjadi salah satu skema yang disiapkan pemerintah di mana para calon jemaah haji harus sudah mendapatkan vaksin Covid-19 minimal dosis kedua.
Baca juga: Menag Minta 3 Aspek Ini Dioptimalkan oleh Petugas Haji“Ini kita sudah usahakan terus, ikhtiarkan agar seluruh jemaah haji, calon jemaah haji yang berangkat ke Saudi nanti sudah tervaksin selama sebanyak dua atau vaksin lengkap,” katanya.
Selain prokes, Yaqut mengatakan syarat yang wajib dipenuhi adalah mengenai batasan usia calon jemaah haji. Menteri Agama menyebut, batasan usia calon jemaah haji adalah maksimal berusia 65 tahun.
“Pemerintah Saudi juga memberikan batasan usia di bawah 65 tahun dan ini kami pemerintah sudah tegas akan menjalankan ini karena kalau tidak, kalau lebih dari 65 tahun sistem mereka akan menolak jadi pembatasan 65 tahun ini syarat yang ditentukan oleh Pemerintah Kerajaan Saudi,” ungkapnya.
(sof)