LANGIT7.ID, Yogyakarta - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Hannover Medical School Jerman melakukan kerja sama bidang akademik dan kesehatan.
Sebagai tindak lanjut kerja sama ini, Rektor UMY Prof. Gunawan Budiyanto dan Executive Director Comprehensive Cancer Center Hannover Medical School Jerman, Prof. Jorg Haier melakukan Memorandum of Understanding (MoU) di Gedung AR Fakhruddin B lantai 5 UMY, Rabu (18/5/2022).
Rektor UMY, Prof. Gunawan Budiyanto, mengatakan kerja sama ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi sivitas akademika khususnya pada riset kesehatan sekaligus langkah positif dan menjadi kesempatan yang besar untuk mengenal serta menambah pengetahuan tentang riset kesehatan.
Baca juga: Kampus Berbasis Agama atau Umum? Simak Penjelasan Buya Yahya“Karena itu mendukung penuh inisiatif kerjasama antara UMY dengan Hannover Medical School di bidang akademik dan kesehatan ini,” katanya.
Executive Director Comprehensive Cancer Center Hannover, Prof. Jorg Haier menjelaskan, dalam MoU tersebut tertuang beberapa implementasi baik yang sudah terlaksana, sedang terlaksana, dan akan dilaksanakan.
“Kami sudah berdiskusi dengan fakultas lain seperti Fakultas Hukum sehingga kami memiliki kesempatan untuk berkolaborasi di sana. Kami juga telah melakukan diskusi yang sangat intens dengan sekolah perawat kami. Dan interaksi dan kolaborasi pendidikan keperawatan akan berlangsung,” jelasnya.
Baca juga: Hati-hati, Mencari Ilmu untuk Dunia Bisa Merusak IlmuKabar baiknya lagi, minggu lalu baru saja mendapat hibah riset dari pemerintah Jerman. Sehingga, selama 18 bulan ke depan akan melakukan program ini bersama.
Hal yang sama diungkapkan Kepala Kerjasama dan Internasional (LKI) UMY, Fitri Arofiati. Ia mengatakan kolaborasi nanti juga dapat diimplementasikan secara kolaboratif dalam mengembangkan beberapa bidang terkait lainnya yang bisa dijalankan bersamaan dengan kesehatan.
Menurutnya, kolaborasi antara UMY dan Hannover saling memberi kebermanfaatan. Hannover isa mengembangkan keilmuannya karena UMY bisa menjadi partner riset sekaligus peserta riset. Sedang manfaat bagi UMY, riset-riset yang dilakukan bisa kita kembangkan dan inovasikan lagi agar lebih bermanfaat bagi Indonesia.
Baca juga: MUI Izinkan Jamaah Lepas Masker Saat Shalat di Masjid“Bagi UMY tentu sangat menguntungkan sekali karena Jerman negara maju,” jelasnya.
Ia pun berharap kerja sama yang akan berlangsung hingga 5 tahun ke depan ini dapat melahirkan implementasi nyata yang lebih bervariasi. Sehingga MoU bukan hanya sekedar formalitas tanda tangan akan tetapi ada kegiatan yang dilaksanakan dan bervariasi.
(sof)