LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah berkomitmen untuk memberikan suplai air ke lahan
pertanian dengan terus membangunan bendungan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan di sejumlah daerah ini juga untuk mewujudkan ketahanan air, dan pangan nasional.
Salah satunya
Bendungan Sadawarna di Kabupaten Subang dengan progres konstruksi sudah mencapai 83 persen.
“Pembangunan bendungan akan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam,” kata Basuki dikutip Kamis (19/05/2022).
Baca juga: UGM Kembangkan Varietas Baru Kedelai HitamMenurutnya, pembangunan bendungan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) nantinya diharapkan mampu menampung 44,61 juta meter kubik air untuk menyuplai irigasi seluas 4.284 hektare di Kabupaten Subang dan Indramayu.
Basuki berharap suplai air irigasi dari Bendungan Sadawarna dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun.
“Bendungan Sadawarna juga dipersiapkan untuk memasok air baku sebesar 0,36 hingga 1 meter kubik per detik untuk Kawasan Pelabuhan Patimban dan Pantura, khususnya Kabupaten Subang, Indramayu, dan Sumedang, serta memiliki potensi sumber pembangkit listrik sebesar (PLTA) sebesar 2 megawatt,” tutunya.
Baca juga: Santri Ponpes di Purwakarta Sukses Budidaya Gold EmeraldDengan luas genangan sekitar 670 hektar, Bendungan Sadawarna berpotensi mereduksi banjir di tiga kabupaten yang dilalui Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipunagara yakni Subang, Sumedang, dan Indramayu sebesar 26,90 meter kubik per detik.
(sof)