Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home masjid detail berita

5 Waktu Haram Mendirikan Shalat, Mengacu Hadist Rasulullah

fajar adhitya Senin, 02 Agustus 2021 - 20:50 WIB
5 Waktu Haram Mendirikan Shalat, Mengacu Hadist Rasulullah
Ilustrasi shalat di 5 waktu terlarang. (Foto: Antara).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 waktu haram mendirikan shalat bagi ummat Islam. Larangan ini mengacu hadist Rasulullah shallallahu alaihi wasallam atas perintah Allah subhanahu wata ala.

Hukum fiqih mengharamkan seorang muslim mendirikan shalat pada waktu-waktu tertentu. Shalat yang diharamkan adalah shalat sunnah mutlak, yakni shalat yang tidak ada keterkaitan dengan sebab apapun.

Syaikh Salim bin Sumair Al Hadrami dalam kitabnya Safînatun Najah menyebutkan adalah lima waktu yang diharamkan untuk shalat. Waktu tersebut yakni, ketika matahari terbit, waktu isti'wa, selepas ashar, saat senja, dan selepas shalat subuh.

1. Saat Matahari Terbit

Waktu yang diharamkan untuk shalat ini mulai sejak matahari terbit sampai meninggi sekira setinggi bayang-bayang sebuah tombak. Seorang muslim dilarang mendirikan shalat sunnah pada waktu tersebut hingga posisi tinggi matahari sudah mencapai satu tombak.

2. Waktu Isti'wa

Waktu diharamkan shalat berikutnya adalah waktu isti'wa, waktu di mana posisi matahari tepat di atas kepala sampai matahari berpindah posisi tergelincir ke barat. Rasulullah menggambarkannya seperti ketika unta berdiri di tengah hari yang sangat panas sekali (waktu tengah hari).

3. Selepas Ashar

Rasulullah bersabda, “Tak ada shalat setelah shalat subuh sampai matahari meninggi dan tak ada shalat setelah shalat ashar sampai matahari tenggelam.” (HR. Imam Bukhari).

4. Saat Senja

Waktu diharamkan shalat ini yakni ketika matahari mulai terbenam hingga masuk waktu mahgrib. Biasanya ditandai dengan rona langit yang kekuning-kuningan hingga gelap.

5. Selepas Subuh Hingga Terbit Matahari

Ulama menjelaskan, keharaman shalat pada waktu ini berlaku bagi orang yang melakukan Shalat Subuh secara adaan atau pada waktunya. Adapun orang yang melakukan shalat subuh secara qadhaan (meng-qadha shalat) pada waktu shalat subuh maka ia diperbolehkan melakukan shalat lain setelahnya.

Para ulama berbeda pendapat mengenai shalat sunnah yang memiliki sebab seperti shalat sunnah thawaf dan shalat tahiyyatul masjid. sebagian membolehkan, sebagian lagi memakruhkan

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)