LANGIT7.ID - , Jakarta - Menjadi perempuan susah-susah gampang, sebab sangat banyak kebutuhan yang dimiliki baik untuk kebutuhan makan, minum hingga berhias atau memperindah diri.
Hal ini menyebabkan banyak perempuan sedikit
boros dan sulit untuk mengatur keuangannya.
Baca juga: 4 Cara Nabung Beli Rumah Paling Efektif, Yuk Mulai Atur KeuanganNah, bagi Sahabat Langit yang mengalami hal demikian tidak perlu khawatir, ada cara mengatasinya yakni mengubah pola dalam mengatur keuangan. Jika bingung caranya, berikut lima tips mengatur keuangan bagi perempuan ala
financial planner, Prita Hapsari Ghozie.
1. Pahami apa yang membuatmu bahagia
"Jujur banget, beli tas adalah hadiah terbaik saya. Aku bukan orang yang suka mengikuti tren, namun aku pasti punya satu porsi yang ingin dibeli dengan harga mahal, di mana membuat aku jadi semangat bekerja," ujar Prita dikutip dari Instagram pribadinya @pritaghozie, Sabtu (21/5/2022).
Prinsipnya, pahami dan kenali diri sendiri, harus tahu apa yang Anda suka sehingga membuat bahagia. Menurut dia, tidak apa-apa membeli barang-barang mahal, asalkan untuk diri sendiri bukan untuk membuat orang lain terkesan.
2. Terlihat kaya atau jadi kaya
Coba Anda pikirkan, lebih baik hidup terlihat kaya atau menjadi kaya? Tentu menjadi kaya dong. Maka itu, hilangkan gengsi dan hiduplah dengan jujur.
"Dengan filosofi ini, aku tidak rela untuk membeli barang atau pengalaman; Dengan cara mencicil gila-gilaan sehingga tidak memiliki
investasi. Kemudian langsung, mengambil foto dan unggah ke medsos dengan #blessed," ungkapnya.
"Padahal, mungkin rekening
bank lagi teriak-teriak minta teman. Sudahlah, bersikap jujur itu pasti lebih menyenangkan kok. Hidup tanpa tekanan terlihat kaya pasti lebih menyenangkan. Coba pikir baik-baik, ada masalah apa di dalam diri kita sehingga membuat kita memilih jalan tersebut," lanjut dia.
3. Buat daftar anggaran kebutuhan dan keinginan Anda
Agar pengeluaran Anda tidak keluar secara cuma-cuma dan tidak jelas perginya ke mana, alangkah baiknya membuat daftar anggaran. Bedanya daftar kebutuhan dan keinginan, sehingga Anda mudah memutuskan mana yang harus diprioritaskan.
"Kebutuhan versus keinginan tidak pernah bekerja buatku. Bagaimanapun, sebagai ibu bekerja aku sangat butuh bisa peduli dengan diri sendiri dan memanjakan diri sendiri," katanya.
Prita lalu memberikan dua cara yang selalu digunakan dalam mengatur daftar anggaran keinginan dan kebutuhannya, yakni
living dan
playing.Baca juga: Hindari Besar Pasak daripada Tiang, Ini Tips dari Prita GhozieLiving merupakan kebutuhan hidup termasuk di dalamnya cicilan dan hutang selain sandang, pangan, dan papan. Sementara, playing merupakan sebuah pos khusus untuk kesenangan pribadi, termasuk mimpi liburan.
"Pos
living, aku punya uang untuk disisihkan bagi diri sendiri, yang isinya belanja
skincare basic seperti
makeup basic dan pakai untuk kerja," tuturnya.
"Pos
playing, aku wajib punya
bag account karena aku butuh beli tas setiap tahunnya. Untuk pos
playing aku selalu menyisihkan kurang lebih 10 persen dari penghasilan. Ditambah aku juga tidak masalah untuk menjual tasku yang sebelumnya sehingga dana beli tas baru bisa bertambah," lanjut dia.
4. Berinvestasi dalam diri sendiri
Menurut Prita, investasi untuk perempuan itu terdiri dari beberapa hal. Pertama ilmu, menurut dia tidak pernah ada ilmu yang terbuang. Maka itu, dirinya sangat suka membaca buku, ikut seminar atau nonton film yang dapat menambah wawasan.
"Selanjutnya tubuh, rajin balet sejak usia 5 tahun ternyata menjadi investasi tubuh bagi diriku hingga saat ini karena terbiasa makan dan istirahat teratur," ucapnyanya.
Selain itu, Prita juga menganggap hal-hal seperti
kecantikan,
kesehatan mental dan spiritual juga penting. Dan terakhir, keuangan yang pastinya dibutuhkan untuk hidup.
5. Perempuan, Uang dan Literasi
Lebih lanjut, Prita mengatakan
literasi keuangan sangatlah penting untuk perempuan. Dengan kesadaran tersebut, Prita pun membuat buku yang dapat membantu para perempuan mengatur keuangan yang baik dan benar.
Baca juga: Harga-harga Naik, Financial Planner: Pintar Siasati Cashflow"Aku beruntung sudah kenal konsep perencanaan keuangan sejak masih remaja. Faktanya, hingga tahun ini, literasi keuangan perempuan Indonesia masih tergolong rendah, juga dibanding laki-laki," ungkapnya.
"Itu sebabnya saat tahun 2009 menulis buku, aku memilih menulis "Menjadi Cantik, Gaya dan Tetap Kaya", karena aku percaya nasib perempuan tidak akan berubah jika bukan dari kita yang memulai," pungkas Prita.
(est)