Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hindari Besar Pasak daripada Tiang, Ini Tips dari Prita Ghozie

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 20 Mei 2022 - 09:47 WIB
Hindari Besar Pasak daripada Tiang, Ini Tips dari Prita Ghozie
CEO & Principal Consultant ZAP Finance, Prita Ghozie. Foto: Instagram/pritaghozie
LANGIT7.ID - , Jakarta - Hidup mandiri dan memiliki penghasilan sendiri menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Anda yang baru meniti karir. Namun, bila tidak diimbangi dengan pengelolaan yang bijak, berpotensi menimbulkan masalah dan mempengaruhi kondisi finansial jangka panjang.

Survey yang dilakukan Zigi dan Katadata Insight Center (KIC) menyebutkan maryoritas generasi Z dan Y memiliki proporsi pengeluaran bulanan yang lebih besar dari pendapatan.

Menanggapi hal ini CEO & Principal Consultant ZAP Finance, Prita Ghozie, mengajak para profesional muda untuk memulai perencanaan keuangan sedini mungkin.

Baca juga: Cerita Korban Pinjol demi Tren: Bayar Bunga Sampai Rp15 Juta

“Ada beberapa kendala yang kerap dihadapi oleh para profesional muda, termasuk bagi yang baru mulai bekerja atau first jobber. Mulai dari perilaku konsumtif, tidak adanya tujuan keuangan jangka panjang, hingga terjebak pada persepsi bahwa merencanakan keuangan merupakan suatu hal yang rumit," terang Prita.

Dia melanjutkan, memiliki perencanaan keuangan yang jelas dan terukur dapat memudahkan dalam meraih aspirasi jangka panjang yang tidak terbatas pada urusan finansial saja.

"Dengan kata lain, kita jadi bisa memetakan strategi keuangan yang efektif untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, tanpa harus mengorbankan kebahagiaan kita.” kata Prita dalam keterangan resmi yang dikutip Langit7, Jumat (20/5/2022).

Bersama ShopeePay, Prita membagikan empat financial hacks untuk diterapkan oleh profesional muda, khususnya first jobber yang hendak memulai perencanaan keuangan dengan mudah dan nyaman.

Tiga kategori utama sebagai dasar alokasi rekening


Rekening living, saving, dan playing menjadi tiga kategori utama yang bisa diandalkan sebagai panduan dasar memisahkan rekening pribadi. Cara ini cocok untuk para profesional muda yang belum melakukan budgeting secara rinci, karena kategori dikelompokkan secara sederhana.

“Penghasilan bulanan dapat dialokasikan dengan skema 50 persen ke dalam rekening living untuk kebutuhan esensial harian seperti makan, keperluan rumah atau kost, dan transportasi," ujar lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Setelah itu, Prita menyarankan untuk menyisihkan 30 persen ke dalam rekening saving yang bisa berupa tabungan, dana darurat, dan investasi.

"Sedangkan, 20 persen sisanya bisa dialokasikan dalam rekening playing untuk memenuhi kebutuhan hiburan yang tentu tak kalah penting,” ujar Prita.

Menurut Prita, kini masyarakat semakin mudah untuk memanfaatkan layanan pembayaran digital, termasuk dalam memenuhi kebutuhan transfer alokasi rekening. Salah satunya adalah melalui layanan transfer digital mempermudah dan memberi kenyamanan bertransaksi.

Tanamkan mindset ‘start small, start now’ dalam berinvestasi


Berinvestasi membuka peluang bagi para first jobber untuk menambah nilai serta jumlah aset yang dimiliki. Tak perlu khawatir, instrumen investasi kini hadir dengan makin beragam, seperti saham, reksa dana, emas, dan masih banyak lagi.

Banyaknya pilihan investasi bisa membuat para first jobber yang belum familier menjadi ragu untuk memulai. Mengatasi kendala tersebut, first jobber sebaiknya fokus pada proses belajar dan memantapkan hati untuk berani memulai.

Baca juga: Sindrom FOMO Lahirkan Pinjol sebagai Model Bisnis Baru

Sebagai langkah awal, mulailah dengan membandingkan risiko antarinstrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan finansial.

“Saat ini, membeli produk investasi sudah semakin mudah. Dengan modal dana mulai dari puluhan ribu rupiah saja, first jobber bisa mulai berinvestasi," terang ibu dua anak ini.

"Selain itu, akses untuk belajar agar lebih memahami risiko juga makin terbuka. Mulai dari kehadiran berbagai platform online, hingga manajer investasi yang bisa membantu mengelola aset kita. Terlepas dari pilihan instrumen dan jumlah nominalnya, yang terpenting adalah berani memulai terlebih dahulu.” tambahnya.


Tetapkan tujuan finansial jangka pendek dan panjang


Tujuan finansial kerap diasosiasikan dengan jumlah nominal harta yang ingin dimiliki. Padahal, tujuan finansial turut melibatkan tujuan hidup yang dikehendaki serta kapan mau dicapai. Sebagai first jobber, penting untuk menentukan tujuan ini agar keputusan finansial tetap terkontrol.

Tujuan dalam waktu dekat bisa dikategorikan sebagai jangka pendek, seperti wish list barang yang ingin dibeli, hingga dana liburan. Sedangkan tujuan jangka panjang bisa berupa impian-impian seperti membangun rumah, mengumpulkan modal bisnis, atau bahkan rencana pensiun di hari tua.

“Mulailah mengevaluasi kondisi finansial yang dimiliki seperti jumlah tabungan, dana darurat, utang, dan penghasilan. Setelah itu, tujuan finansial bisa ditentukan sesuai kebutuhan dan keinginan. Sehingga, strategi bisa disusun dengan memperhitungkan tujuan dan kondisi terkini,” tambah Prita.

Bangun kebiasaan finansial dengan memanfaatkan teknologi


Kehadiran teknologi dapat membuat realisasi perencanaan keuangan semakin mudah dan terstruktur. Segala kebutuhan finansial bisa dipenuhi melalui segenggam smartphone yang tak terbatas oleh jarak dan waktu.

Mulai dari aplikasi investasi, layanan pembayaran digital dengan fitur dan kampanyenya, hingga transaksi sesederhana mentransfer uang telah menjadi gaya hidup sehari-hari yang memanfaatkan teknologi.

Baca juga: Mulailah Investasi di Usia Muda Saat Finansial Belum Mapan

Menurut Prita, membuat sistem otomatis berbasis teknologi bisa menjadi trik efektif bagi para profesional muda. Misalnya, membuat to-do-list dan reminder transfer ke rekening tabungan setiap waktu gajian tiba untuk membangun rutinitas finansial yang semakin teratur dan disiplin.

Prita mencontohkan layanan keuangan digital ShopeePay yang bisa jadi solusi ekonomi bagi para first jobber menerapkan perencanaan keuangan yang praktis dan nyaman.

"Pengeluaran yang tercatat bisa dievaluasi mengacu pada perencanaan yang telah dirancang sebelumnya. Sehingga ke depannya, first jobber dapat menyusun strategi keuangan yang semakin ideal,” pungkas Prita.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)