LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) bersiap untuk pencairan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) Madrasah swasta Tahap II tahun 2021. Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi menyebutkan, untuk memudahkan Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah, pihaknya sudah menyiapkan layanan berbasis digital melalui Portal
https://bos.kemenag.go.id.
"Kemudahan mendapatkan dana BOS ini harus digunakan untuk mempercepat peningkatan capaian pembelajaran. Gunakan dana bos secara efektif dan efisien, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat laporannya," kata Isom di Jakarta, Senin (2/8) malam, melalui keterangan tertulis.
Karenanya, dia meminta RA dan Madrasah untuk segera memproses pencairan BOP dan BOS tahap II. Ada sejumlah mekanisme yang harus diselesaikan dan itu sudah dituangkan dalam pedoman, mulai upload berkas administrasi, verifikasi, hingga teknis pencairan di bank.
"Jika ada permasalahan atau kesulitan, RA dan madrasah juga dapat menghubungi Madrasah Digital Care melalui Whatsapp 081147402020," tuturnya.
Pencairan dana Biaya Operasional (BOP) Raudlatul Athfal (RA) dan BOS Madrasah Tahap I sudah selesai dilakukan. Total ada Rp3,62 triliun dana yang sudah disalurkan Ditjen Pendidikan Islam untuk sekitar 48 ribu madrasah swasta. Ini belum termasuk anggaran BOP RA yang dicairkan Kanwil Kemenag Provinsi dan BOS Madrasah Negeri yang anggarannya sudah ada di satker masing-masing.
Sementara, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, Ditjen Pendidikan Islam tengah memproses pencairan BOS Madrasah swasta tahap II. Anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp3,668 triliun. Dia menjelaskan, tahun ini Kementerian Agama mengalokasikan anggaran BOP RA dan BOS Madrasah hingga Rp10,077 triliun.
"Jumlah ini terdiri atas Rp7,319 triliun untuk madrasah swasta yang dicairkan oleh Ditjen Pendidikan Islam, Rp1,958 triliun untuk madrasah negeri dan anggarannya sudah ada di masing-masing satker madrasah negeri, serta Rp800,670 miliar untuk RA yang anggarannya dicairkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi atau Kakankemenag Kabupaten-Kota," jelasnya.
Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani merinci anggaran BOS madrasah swasta tahun 2021. Menurutnya, sebanyak Rp3,079 triliun dialokasikan untuk 3.422.021 siswa Madrasah Ibtidaiyah atau MI (42%). Sebanyak Rp2,746 triliun untuk 2.496.647 siswa Madrasah Tsanawiyah atau MTs (38%). Sementara untuk 995.274 siswa Madrasah Aliyah (MA), dialokasikan Rp1,492 triliun (20%).
"BOP RA dan BOS Madrasah diberikan per tahun. Besaran BOP RA, 600 ribu per siswa, BOS MI, Rp900ribu per siswa, BOS MTs Rp1,1 juta per siswa, dan BOS MA, Rp1,5 juta per siswa," jelas pria yang akrab disapa Dhani ini.
"Proses pencairan dimungkinkan sudah bisa dilakukan pada bulan Agustus ini. Saya harap dana BOP RA dan BOS Madrasah ini bisa dioptimalkan juga untuk mendukung penguatan digitalisasi madrasah," tuturnya menambahkan.
(jqf)